Telusuri Blog

Selamat Datang

Terima kasih, Anda telah berkenan berkunjung. Blog ini dibuat terutama untuk membantu mahasiswa mempelajari Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Bila Anda adalah mahasiswa semester ganjil tahun 2017/2018, silahkan mendaftar sebagai peserta kuliah dan memeriksa hasil mendaftar dengan mengklik tautan yang tersedia. Baca dengan seksama isi menu Smt. Ganjil 2017/2018 untuk mempersiapkan diri mengikuti kuliah. Bila Anda belum terbiasa menggunakan Internet, blog ini dibuat bukan untuk mempersulit Anda, melainkan untuk membantu Anda menjadi melek teknologi informasi, silahkan klik halaman Dukungan TI. Blog ini juga terbuka bagi siapa saja untuk berkunjung dan mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan pelindungan tanaman. Selamat menjelajah dan bergabung, mohon meluangkan waktu untuk membagikan melalui Google+, Facebook, Twitter atau lainnya dan menyampaikan komentar.

Navigasi Blog

Untuk memeriksa seluruh tulisan yang menjadi isi blog Dasar-dasar Perlindungan Tanaman, silahkan klik menu Daftar Isi. Bila Anda adalah peserta kuliah Semester Ganjil Tahun 2017/2018, Anda wajib membaca tulisan yang pada awal judulnya disertai angkai, mulai dari angka 1.1. dan seterusnya. Mahasiswa peserta kuliah Semester Genap Tahun 2017/2018 wajib menyampaikan komentar pada kotak komentar di bagian bawah tulisan. Komentar berisi uraian singkat mengenai apa yang Anda pahami dan/atau pertanyaan singkat mengenai yang belum dipahami. Halaman blog menyajikan hanya 5 tulisan termutakhir. Silahkan klik navigasi Posting Lama di bagian bawah tulisan blog untuk melihat tulisan lainnya.

Mendaftar sebagai Peserta Kuliah

Setiap mahasiswa peserta kuliah diwajibkan untuk mendaftar secara daring dengan mengisi formulir pendaftaran (klik untuk memulai). Silahkan lakukan login dengan menggunakan akun email sendiri sebelum mengisi formulir. Sesudah mengirimkan formulir pendaftaran, silahkan periksa hasil pendaftaran (klik untuk memeriksa). Pendaftaran ditutup pada Senin, 15 Maret 2018.

Selasa, 08 Oktober 2013

Serangga Begitu Beranekaragam: Mari Mulai Mengenali Mereka (Bagian 1 dari 3 Bagian)

Simple, Free Image and File Hosting at MediaFire Serangga merupakan mahluk hidup golongan Insecta dengan jumlah spesies sangat banyak di permukaan bumi. Sampai saat ini, kurang lebih 750.000 spesies serangga telah diidentifikasi dan diberi nama. Masih terdapat ribuan jenis lainnya yang menunggu untuk diidentifikasi. Begitu banyak, tetapi berapa banyak yang Anda kenal? Anda mengenal serangga mungkin karena jenis-jenis serangga tertentu merugikan atau menguntungkan. Begitupun, serangga sering dikenal secara keliru. Misalnya sering disebut kumbang menghisap madu, padahal yang menghisap madu adalah lebah, tawon, kupu-kupu, dan ngengat. Nyamuk dikatakan menggigit, padahal tidak mempunyai gigi. OPT golongan serangga terdiri atas jenis-jenis serangga yang merugikan. Selain jenis-jenis yang merugikan, juga terdapat banyak jenis serangga yang menguntungkan. Bahkan, banyak jenis serangga berguna sebagai bahan makanan di berbagai belahan dunia. Tapi, serangga itu sebenarnya apa?

Serangga mempunyai sejumlah ciri khas, meskipun tidak tampak jelas pada semua jenisnya. Sebagai anggota Arthropoda, tubuh serangga mempunyai rangka luar yang beruas-ruas, terdiri atas bagian kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen). Setiap bagian terbagi lebih lanjut menjadi sejumlah ruas, kepala 6 ruas, dada 3 ruas, dan perut 11 ruas, tetapi pada serangga tertentu, beberapa ruas menyatu.  Serangga dibedakan dari anggota lain dari Arthropoda dalam hal:
  • Tidak mempunyai muskulatur di luar ruas pertama antena
  • Mempunyai organ Johnston pada ruas kedua antena untuk mendeteksi gerakan
  • Mempunyai garis melintang membentuk bagian tentorium depan kepala
  • Mempunyai gerak dengan tarsus subsegmental, 
  • Betina mempunyai ovipositor yang terbentuk melalui gonapofisis dari ruas ke-8 dan ke-9 bagian perut.
  • Mempunyai filamen terminal yang merupakan perpanjangan dari ujung ruas ke-11 dari bagian perut (telah menghilang pada banyak kelompok serangga)
Bagian-bagian tubuh serangga

Dalam toksonomi filogenetik, tidak semua arthropoda berkaki enam digolongkan sebagai serangga. AES dan Tree of Life web project menggolongkan CollembolaProtura, dan Diplura tidak sebagai Insecta.

Kepala
Pada bagian kepala terdapat mata majemuk berukuran relatif besar, mata sederhana berukuran kecil, alat mulut, dan antena.
Bagian-bagian kepala belalang: a:antenna; b:ocelli; c:vertex; d:compound eye; e:occiput; f:gena; g:pleurostoma;h:mandible; i:labial palp; j:maxillary palps;k:maxilla; l:labrum; m:clypeus; n:frons
Diagram bagian-bagian kepala serangga dilihat dari depan (front) dan belakang (back)

Mata majemuk mudah ditemukan pada sebagian besar jenis serangga, terdiri atas bagian-bagian yang disebut ommatidia sebanyak sampai 30.000 pada satu mata. Mata majemuk mempunyai resolusi yang lebih rendah daripada mata yang dimiliki binatang vertebrata, tetapi mempunyai kemampuan lebih tinggi dalam mendeteksi gerakan. Mata biasa, disebut ocellus (jamak ocelli), bila ada berjumlah 2 atau tiga, mampu mendeteksi gerakan pada intensitas cahaya rendah. Alat mulut sangat bervariasi antar ordo serangga, tetapi dapat dibedakan menjadi dua tipe utama: (1) mandibulate dan (2) haustellate. Alat mulut tipe mandibulate terdiri atas bagian-bagian labrum (bibir atas), mandibula (rahang), maksila, dan labium (bibir bawah):
Alat mulut serangga tipe mandibulate dan bagian-bagiannya
Alat mulut tipe haustellate dibedakan menjadi yang mempunyai cucuk (stylet) dan yang tidak mempunyai cucuk. Tipe alat mulut haustellate selanjutnya dibedakan menjadi:
  • Pencucuk dan penghisap (piercing-sucking), mempunyai cucuk untuk menusuk permukaan jaringan keras dan kemudian menghisap makanan cair dari dalamnya. Contoh: alat mulut tongereret, aphids, dan berbagai jenis kepik ordo Hemiptera), berbagai jenis kutu (ordo Phthiraptera), nyamuk (ordo Diptera). 
  • Penghisap (siphoning), cucuk termodifikasi menjadi semacam belalai yang digunakan untuk menghisap makanan cair. Contoh: alat mulut kupu-kupu dan ngengat (ordo Lepidoptera), lebah (ordo Hymenoptera). 
  • Penjilat-penghisap (sponging), tidak mempunyai cucuk, alat mulut termodifikasi menjadi semacam spon yang digunakan untuk menjilat dan kemudian menghisap makanan cair. Contoh: alat mulut berbagai jenis lalat (ordo Diptera).
Silahkan kunjungi situs North Carolina State University untuk menyaksikan tutorial mengenai alat mulut serangga.

Pencucuk-Penghisap
Penghisap
Penjilat-Penghisap

Pada bagian kepala juga terdapat antena yang berfungsi sebagai organ pendeteksi gerakan dan orientasi, bau, suara, kelembaban, dan jejak bahan kimia. Antena bervariasi antar ordo serangga, tetapi terdiri atas 3 bagian dasar: ruas pertama (scape), ruas kedua (pedicel), dan ruas selebihnya (flagellum):
Bagian-bagian antena serangga
Antena serangga mempunyai beragam bentuk, yang berguna sebagai ciri untuk mengidentifikasi serangga (klik tautan untuk melihat gambar atau foto):

Dada
Bagian dada serangga terbagi menjadi tiga ruas, dari depan ke belakang: prothorax (pro=pertama), mesothorax (meso=tengah), dan metathorax (meta=terakhir). Setiap ruas mempunyai sepasang kaki, ruas mesothorax dan metathorax masing-masing mempunyai sepasang sayap (atau modifikasi sayap). Setiap ruas terdiri atas segmen menebal yang disebut sklerit (sclerite). Sklerit di bagian punggung disebut notum (jamak nota), di bagian samping disebut pleuron (jamak pleura), dan bawah disebut sternum (jamak sterna).

Bagian terdepan dari bagian punggung prothorax disebut pronotum. Pronotum mengalami modifikasi pada banyak jenis serangga ordo Hemiptera, Blattaria, dan Coleoptera. Wereng pohon (ordo Hemiptera) seperti Cyphonia sp., Cyphonia sp., Alchisme sp., Bocydium sp., Sphongoporus ballista, Sphongoporus sp., dan Platycotis vittata mempunyai pronotum yang termodifikasi sedemikian ekstrem sehingga serangga yang bersangkutan menjadi tampak aneh. Pronotum juga mengalami modifikasi ekstrem pada kumbang famili Scarabidae, bahkan modifikasi terjadi bersama dengan bagian luar kepala, sebagaimana pada kumbang Dynastes granti, Chalcosoma caucasus, dan kumbang kotoran binatang. Pada kecoak, pronotum melebar ke depan menutupi kepala, sebagaimana pada kecoak madagaskar Gromphadorhina portentosa, kecoak kepala oranye Eublaberus prosticus, dan kecoak jerman Blatella germanica.

Pada setiap ruas dada terdapat sepasang kaki: sepasang kaki depan (fore legs) pada ruas prothorax, kaki tengah (mid-legs) pada ruas mesothorax, dan kaki belakang (hind legs) pada ruas metathorax. Setiap kaki terdiri atas 6 ruas utama berturut-turut dari bagian terdekat ke badan (proximal) ke terjauh dari badan (distal): coxa, trochanter, femur, tibia, tasus, dan pretarsus, dengan ruas tarsus yang terbagi menjadi ruas-ruas semu yang disebut tarsomere:
Ruas-ruas kaki serangga

Bentuk kaki serangga termodifikasi untuk berbagai fungsi:

Pada ruas mesothrorax dan metathorax terdapat sepasang sayap (atau modifikasinya): sayap depan (fore wings) yang berada di sebelah luar pada saat menutup dan sayap belakang (hind wings) yang berada di bagian dalam pada saat menutup. Sayap serangga sangat bervariasi dan mempunyai pertulangan dengan pola yang sangat khas yang diberi nama khusus untuk digunakan sebagai ciri morfologis dalam melakukan identifikasi peringkat taksonomik famili sampai jenis. Pertulangan hipotetik sayap serangga disebut archedictyon, yang menurut sistem Comstock-Needham terdiri atas 5-8 pertulangan utama: costa (C), subcosta (Sc), media (M), cubitus (Cu), dan anal (A1, A2, A3).


Pertulangan sayap serangga:  C=Costa, Sc=Subcosta, R=Radius, M=MediaCu=Cubitus, dan A=Anal veins (A1, A2, A3)

Serangga golongan Neoptera mempunyai tiga sklerit aksiler yang mengendalikan pelipatan dan penutupan sayap, kecuali ordo Ephemeroptera dan Odonata yang kehilangan kemampuan tersebut. Garis pelipatan yang terdapat pada hampir sebagian besar serangga adalah garis claval dan garis jugal. Garis pelipatan dan pertulangan sayap serangga memungkinkan sayap serangga dapat dibedakan menjadi area remigium, anal (vannus), jugal, axillary, dan alula.
Area sayap serangga

Sayap serangga mengalami modifikasi sebagai berikut:
  • Sayap membran, sayap sangat tipis yang kurang lebih tembus pandang, meskipun juga ada yang gelap, misalnya pada capung Sympetrum corruptum, tawon Dolichovespula maculata, dan rayap Reticulitermes virginicus
  • Sayap sisik, permukaan sayap dipenuhi dengan sisik yang membuat sayap berwarna-warni, misalnya pada kupu-kupu Papilio turnus, ngengat io Automeris io, dan serangga neuroptera Nectopsyche utleyorum
  • Haltere, modifikasi ekstrem pada serangga ordo Diptera, sayap belakang tereduksi menjadi sepasang pentul yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan, misalnya pada lalat Typula oleracea
  • Elytra (tunggal elytron), sayap depan menebal untuk melindungi sayap belakang, menjadi penciri serangga ordo Coleoptera, misalnya pada kumbang kotoran binatang Heliocopris andersoni
  • Hemelytra, menebal pada 2/3 bagian terdekat dengan badan, sedangkan 1/3 bagian terjauh dari badan tidak menebal, misalnya pada berbagai jenis kepik, seperti pada kepik mata besar Geocoris sp.
  • Tegmina (tunggal tegmen), sayap depan menyerupai kertas pada ordo Orthoptera, Blattaria, dan Mantodea, misalnya pada kecoak Periplaneta fuliginosa dan belalang katidid Pterophylla camellifolia.

Perut
Pada perut terdapat organ reproduktif dan dan di dalamnya, hampir seluruh sistem organ dalam. Ruas-ruas bagian perut (11 ruas) terdiri atas bagian atas yang disebut tergum (jamak terga) dan bagian bawah yang disebut sternum (jamak sterna). Pada tepi bawah setiap tergum pada ruas 1-8 terdapat spiracle yang berfungsi sebagai organ pernapasan serangga. Kedua bagian atas dan bawah tersebut dihubungkan oleh membran pleural.


Organ reproduktif jantan terdapat pada ruas ke-9, terdiri atas penis yang disebut  aedeagus dan sepasang organ yang disebut claspers. Organ reproduktif betina terdiri atas lubang kopulasi dan ovipositor yang berguna untuk meletakkan telur. Ovipositor dapat tampak dengan jelas dan mengalami modifikasi atau tidak tampak dengan jelas. Modifikasi meliputi perubahan bentuk menjadi menyerupai bilah (blade-like) seperti pada belalang, misalnya katidid Paracyrtophyllus robustus, atau menyerupai jarum (needle-like) seperti pada tawon parasitoid, misalnya tawon Megarhyssa macrurus.

Tautan Luar:

Lanjutkan ke Bagian 2

2 komentar:

Untuk mengomentari tayangan ini, silahkan tulis dan poskan di bawah ini ...

Daftar Istilah

A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y,
Z, daftar istilah entomologi dari EartLife