Halaman Aktif

Selamat Datang

Belajar Perlindungan Tanaman adalah blog baru yang sedang dibuat untuk mendukung mahasiswa Faperta Undana mempelajari mata kuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Pada saat ini blog belum selesai dikerjakan sehingga hanya menyedaiakan fitur layanan secara terbatas. Silahkan kunjungi blog lama untuk memperoleh informasi mengenai fitur layanan yang akan diberikan melalui blog baru ini. Bila Anda adalah mahasiswa peserta mata kuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman semester genap Tahun Ajaran 2018/2019, Anda wajib membaca materi sebelum mengikuti kuliah dan menyampaikan komentar dan/atau pertanyaan singkat di dalam kotak komentar di bawah setiap tulisan. Baca tanggal tenggat penyampaian komentar di bagian bawah setiap materi kuliah.

Pemberitahuan

Diberitahukan bahwa pada Jumat, 8 Maret 2019, dosen Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D. tidak dapat hadir memberikan kuliah tatap muka karena bertugas ke luar kota. Kuliah dengan materi 2.3. Berbagai Jenis OPT Golongan Gulma, Tumbuhan Parasitik, dan Tumbuhan Invasif akan diberikan oleh dosen Ibu Ethin Namas, SP, MSi. Mahasiswa diminta mengikuti perkuliahan dan menyampaikan komentar dan/atau pertanyaan mengenai materi kuliah selambat-lambatnya pada Jumat, 15 Maret 2019. Mahasiswa yang tidak menyampaikan komentar dan/atau pertanyaan melewakti batas waktu tersebut tidak akan memperoleh nilai softskill.

Selasa, 08 Oktober 2013

OPT Golongan Binatang: Bagaimana Mengklasifikasikannya?

Print Friendly and PDF Simple, Free Image and File Hosting at MediaFire OPT terdiri atas golongan binatang, golongan patogen, dan golongan gulma. Pada tulisan lain, saya sudah menguraikan apa yang dimaksud dengan organisme dan mengapa organisme begitu beranekaragam. Pada tulisan ini saya akan mencoba menguraikan satu golongan organisme, yaitu binatang, yang juga begitu beranekaragam, Uraian akan saya fokuskan dengan berdasarkan pada klasifikasi filogenetik (kladistik) sebagai cara untuk menjelaskan keanekaragaman. Keanekaragaman tersebut tidak lepas dari evolusi yang berhubungan sangat erat dengan klasifikasi filogenetik tersebut.

Binatang dalam pengertian taksonomi modern mencakup hanya mahluk hidup bersel banyak (multiselular) yang terorganisasi dalam fungsi-fungsi yang berbeda (jaringan), sehingga disebut juga histozoa. Semua binatang bersifat heterotrof, artinya tidak membuat energi sendiri, tetapi harus mengambil dari lingkungan sekitarnya. Hal ini membedakan binatang dari tumbuhan, yang dapat membuat makanan langsung dari lingkungannya. Dengan kata lain, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, binatang harus mengkonsumsi mahluk hidup lain, termasuk mengkonsumsi tanaman. Jenis-jenis binatang yang memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara mengkonsumsi tanaman berpotensi menjadi OPT.

Secara filogenetik (sebagaimana telah saya uraikan pada tulisan lain), Tree of Life web project menggolongkan binatang ke dalam dua kelompok besar. Kelompok-kelompok tersebut merupakan klad yang digambarkan dalam bentuk kladogram atau dendogram. Kelompok pertama terdiri atas Bilateria, Myxozoa, Cnidaria, Ctenophora, dan Placozoa, sedangkan kelompok kedua adalah Porifera. Penggolongan tersebut berhubungan kekerabatan sebagaimana tampak pada diagram berikut:
Bilateria merupakan kelompok yang mencakup sebagian besar binatang, khususnya binatang terestrial (hidup di darat, dan karenanya berpotensi menjadi OPT). Bilateria selanjutnya dipilahkan menjadi kelompok sebagaimana dapat dilihat pada diagram berikut:
Di antara kelompok binatang sebagaimana tampak pada diagram di atas, kelompok yang mempunyai anggota yang berpotensi berstatis sebagai OPT adalah kelompok Deuterostomia, Arthropoda, Nematoda, dan Mollusca.

Deuterostomia terdiri atas Echinodermata, Hemichordata, dan Chrodata. Dari ketiga kelompok ini, kelompok Chordata, atau binatang bertulang belakang, mempunyai anggota yang banyak berpotensi berstatus sebagai OPT. Chrodata terdiri atas kelompok sebagai berikut:
Di antara kelompok tersebut di atas, kelompok yang mempunyai anggota yang banyak berpotensi sebagai OPT adalah Craniata atau kelompok binatang bertengkorak. Craniata terdiri atas Hyperotreti dan Vertebrata dan Vertebrata selanjutnya dipilah kembali menjadi kelompok-kelompok sebagai berikut:
Di antara kelompok-kelompok vertetebrata tersebut, binatang yang banyak berpotensi sebagai OPT terdapat dalam kelompok Gnathostomata yang lebih lanjut dipilah menjadi kelompok-kelompok:
Pada kelompok-kelompok di atas, binatang yang berpotensi sebagai OPT terdapat dalam kelompok Sarcopterygii yang lebih lanjut dipilah menjadi kelompok-kelompok:
Binatang yang berpotensi sebagai OPT terdapat dalam kelompok Terestrial Vertebrates (vertebrata darat) yang dipihak lebih lanjut menjadi kelompok-kelompok:
Binatang yang berpotensi sebagai OPT khususnya terdapat pada kelompok Amniota yang lebih lanjut dipilah menjadi kelompok-kelompok:
Binatang menyusui (mamalia) yang mempunyai anggota yang berpotensi sebagai OPT termasuk dalam kelompok Synapsida, sedangkan burung yang juga mempunyai anggota yang berpotensi sebagai OPT termasuk dalam kelompok Diapsida. Secara lebih khusus, binatang menyusui termasuk dalam kelompok Therapsida, sedangkan burung dalam kelompok Archosauromorpha.

Arthropoda terdiri atas kelompok-kelompok sebagai berikut:
Dua di antara kelompok-kelompok arthropoda di atas mempunyai anggota yang berpotensi sebagai OPT, yaitu Hexapoda (binatang beruas dan berkaki enam) dan Arachnida (laba-laba, tungau, kalajengking, dsb.). Dalam taksonomi konvensional, Hexapoda disamakan dengan Insecta, tetapi dalam taksonomi filogenetik, Insecta merupakan bagian dari Hexapoda sebagai berikut:
Silahkan klik tautan Hexapoda pada situs Tree of Life web project untuk memperoleh kelompok-kelompok selanjutnya dengan kekerabatannya masing-masing sebagaimana yang telah diuraikan untuk kelompok Bilateria. Serangga, yang merupakan binatang yang banyak anggotanya berpotensi sebagai OPT, termasuk dalam kelompok Insecta yang terdiri atas kelompok-kelompok filogenetik sebagai berikut:

Pada pihak lain, Arachnida terdiri atas kelompok-kelompok lebih khusus sebagai berikut:
Tungau, kelompok yang berpotensi sebagai OPT terdapat dalam kelompok Acari. Silahkan klik tautan pada kelompok Acari pada situs Tree of Life web project  untuk memperoleh kelompok-kelompok selanjutnya dengan kekerabatannya masing-masing sebagaimana yang telah diuraikan untuk kelompok Bilateria.

Nematoda merupakan binatang cacing yang banyak di antaranya berpotensi sebagai OPT. Silahkan klik tautan pada kelompok Nematoda pada situs Tree of Life web project  untuk memperoleh kelompok-kelompok selanjutnya dengan kekerabatannya masing-masing sebagaimana yang telah diuraikan untuk kelompok Bilateria. Nematoda terdiri atas kelompok-kelompok sebagai berikut:

Mollusca merupakan kelompok besar binatang yang di antaranya mencakup keong dan kerabatnya. Mollusca selanjutnya dipilahkan menjadi sejumlah kelompok sebagai berikut:
Silahkan klik tautan pada kelompok Mollusca pada situs Tree of Life web project  untuk memperoleh kelompok-kelompok selanjutnya dengan kekerabatannya masing-masing sebagaimana yang telah diuraikan untuk kelompok Bilateria. Keong termasuk dalam kelompok Gastropoda yang selanjutnya dipihak menjadi kelompok-kelompok sebagai berikut:
Secara lebih khusus, keong termasuk dalam kelompok Heterobrancia dan secara lebih khusus lagi ke dalam kelompok Pulmonata.

Pembagian binatang ke dalam kelompok-kelompok sebagaimana telah diuraikan di atas merupakan pembagian yang dikenal sebagai klasifikasi filogenetik. Klasifikasi filogenetik berbeda dengan klasifikasi konvensional dalam beberapa hal:
  • Pengelompokan tidak hanya dilakukan dengan berdasarkan kesamaan ciri-ciri morfologis, tetapi berdasarkan kesamaan ciri-ciri yang dapat diturunkan
  • Pengelompokan tidak dilakukan dengan berdasarkan peringkat taksonomik (fenetik), melainkan berdasarkan klad (kladistik)
  • Terdapat mahluk hidup yang belum dapat diklasifikasikan ke dalam salah satu kelompok taksonomi lebih besar yang telah ada, dikelompokkan ke dalam kelompok incertae cedis (Latin, penempatan belum dapat dipastikan), kadang-kadang disebut takson enigmatik (enigmatic taxon).
Dengan kata lain, klasifikasi filogenetik, selain mengelompokkan, juga menunjukkan hubungan evolusioner antara satu kelompok taksonomik dengan kelompok taksonomik lainnya. Perhatikan empat kladogram atau dendogram berikut ini:
A
B
C
D
Klasifikasi filogenik memberi nama hanya terhadap klad (clade), yaitu sekelompok organisme yang berasal dari satu nenek moyang bersama seperti halnya burung (birds) dan buaya (crocodiles) pada kladogram A. Dalam klasifikasi filogenetik, nama dapat diberikan terhadap sembarang klad seperti pada kladogram B (klad Crocodylomorpha, Archosauria, Squamata, dan Testudines). Kelompok taksonomik konvensional Reptilia tidak merupakan sebuah klad sebab meskipun penyu (turtles), kadal (lizards), ular (snakes), dan buaya (crocodiles) semuanya merupakan reptil, dalam satu nenek moyang bersama juga terdapat burung yang tidak tergolong sebagai Reptilia sebagaimana pada kladogram C. Sistem klasifikasi filogenetik menunjukkan bahwa burung berada dalam satu klad Archosauria dengan buaya dan dinosaurus yang telah punah (Gambar B) dan bahwa burung sebenarnya merupakan keturunan dari dinosaurus karena berada dalam satu klad Dinosauria bersama dengan dinosaurus yang telah punah (kladogram D).

Klasifikasi filogenetik berbeda dengan klasifikasi konvensional (klasifikasi fenetik Linnaeus) sebagaimana ditunjukkan pada bagan berikut ini:

Klasifikasi fenetik memang juga dapat digambarkan dalam bentuk dendogram, tetapi tidak dalam bentuk kladogram. Kladogram mensyaratkan bahwa organisme yang ditempatkan sebagai cabang dari satu titik percabangan mempunyai nenek moyang bersama. Pada klasifikasi fenetik Linnaeus, organisme yang ditempatkan sebagai percabangan dari satu titik adalah organisme yang termasuk dalam peringkat taksonomik yang sama.

Tautan luar:

Revisi terakhir: 9 Oktober 2013

1 komentar:

Untuk mengomentari tayangan ini, silahkan tulis dan poskan di bawah ini ...

Daftar Istilah

A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y,
Z, daftar istilah entomologi dari EartLife