Telusuri Blog

Selamat Datang

Terima kasih, Anda telah berkenan berkunjung. Blog ini dibuat terutama untuk membantu mahasiswa mempelajari Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Bila Anda adalah mahasiswa semester ganjil tahun 2017/2018, silahkan mendaftar sebagai peserta kuliah dan memeriksa hasil mendaftar dengan mengklik tautan yang tersedia. Baca dengan seksama isi menu Smt. Ganjil 2017/2018 untuk mempersiapkan diri mengikuti kuliah. Bila Anda belum terbiasa menggunakan Internet, blog ini dibuat bukan untuk mempersulit Anda, melainkan untuk membantu Anda menjadi melek teknologi informasi, silahkan klik halaman Dukungan TI. Blog ini juga terbuka bagi siapa saja untuk berkunjung dan mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan pelindungan tanaman. Selamat menjelajah dan bergabung, mohon meluangkan waktu untuk membagikan melalui Google+, Facebook, Twitter atau lainnya dan menyampaikan komentar.

Navigasi Blog

Untuk memeriksa seluruh tulisan yang menjadi isi blog Dasar-dasar Perlindungan Tanaman, silahkan klik menu Daftar Isi. Bila Anda adalah peserta kuliah Semester Ganjil Tahun 2017/2018, Anda wajib membaca tulisan yang pada awal judulnya disertai angkai, mulai dari angka 1.1. dan seterusnya. Mahasiswa peserta kuliah Semester Genap Tahun 2017/2018 wajib menyampaikan komentar pada kotak komentar di bagian bawah tulisan. Komentar berisi uraian singkat mengenai apa yang Anda pahami dan/atau pertanyaan singkat mengenai yang belum dipahami. Halaman blog menyajikan hanya 5 tulisan termutakhir. Silahkan klik navigasi Posting Lama di bagian bawah tulisan blog untuk melihat tulisan lainnya.

Mendaftar sebagai Peserta Kuliah

Setiap mahasiswa peserta kuliah diwajibkan untuk mendaftar secara daring dengan mengisi formulir pendaftaran (klik untuk memulai). Silahkan lakukan login dengan menggunakan akun email sendiri sebelum mengisi formulir. Sesudah mengirimkan formulir pendaftaran, silahkan periksa hasil pendaftaran (klik untuk memeriksa). Pendaftaran ditutup pada Senin, 15 Maret 2018.

Minggu, 26 Februari 2017

2.1. Kita Mempelajari Organisme Pengganggu Tumbuhan, Tapi Orgaisme itu Sebenarnya Apa dan Mengapa Begitu Beranekaragam?

Simple, Free Image and File Hosting at MediaFire Undang-undang No. 12 Tahun 1992 dan PP No.6 Tahun 1995 mendefisinikan perlindungan tanaman sebagai "segala upaya untuk mencegah kerugian yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tumbuhan". Untuk memahami definisi ini, Anda perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan organisme pengganggu tumbuhan. Undang-undang dan peraturan pemerintah yang sama mendefinisikan organisme pengganggu tumbuhan sebagai "semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan". Pada tulisan-tulisan sebelumnya saya sudah mencoba menjelaskan bahwa untuk menghindarkan kerancuan, definisi mengenai organisme pengganggu tumbuhan perlu ditambah dengan keterangan "... yang dapat menimbulkan kerugian". Namun, pada tulisan-tulisan tersebut, saya belum menjelaskan organisme itu sebenarnya apa dan mengapa begitu beranekaragam.

Organisme diindonesiakan dari istilah bahasa Inggris 'organism' yang berasal dari bahasa Yunani 'organon' dan berarti 'alat'. Menurut Biology Online, organisme adalah sesuatu yang dapat bereaksi terhadap rangsangan, berkembang biak, tumbuh, dan menjaga keseimbangan tubuh terhadap perubahan lingkungan; terdiri atas virus, bakteri, protista, jamur, tumbuhan, dan binatang. Dalam bahasa Inggris, organisme juga disebut living thing atau living being yang bila diindonesiakan menjadi mahluk hidup. Jadi, organisme sebenarnya dapat lebih diindonesiakan menjadi mahluk hidup. Organisme terdiri atas sel, ada yang bersel tunggal (uniseluler) atau bersel banyak (multiseluler). Yang bersel banyak, ada yang sekedar merupakan kumpulan sel dengan organisasi yang minimal dan ada pula yang merupakan kumpulan sel yang telah terorganisasi ke dalam jaringan dan organ yang terspesialisasi. Sel sendiri dipilahkan menjadi mempunyai inti yang dipisahkan dari sitoplasma dengan dinding inti (eukaryotik) dan yang tidak dipisahkan dengan dinding inti (prokaryotik). Berdasarkan atas kategori sel tersebut, pada 1977 Carl Woese mengusulkan agar mahluk hidup dibagi menjadi 3 kerajaan: Archaea, Bacteria, dan Eukarya. Ia membagi mahluk hidup prokaryotik menjadi dua berdasarkan atas perbedaan rRNA 16S; yang sebelumnya disebut Archaebacteria menjadi Archaea dan yang sebelumnya disebut Eubakteria menjadi Bacteria. Karena istilah kerajaan (kingdom) telah terlebih dahulu digunakan sebagai peringkat taksonomik maka pada 1990 istilah kerajaan yang diusulkan oleh Woese diganti menjadi 'domain'. Berawal pada pemilahan organisme menjadi ketiga domain tersebut maka berkembang klasifikasi mahluk hidup berdasarkan asal usul genetik yang kini dikenal sebagai klasifikasi filogenetik.
Penggolongan mahluk hidup menjadi Archaea, Bacteria, dan Eukarya dan klasifikasi mahluk hidup secara filogenetik menjadi pohon kehidupan (tree of life)
Pendefinisan organisme sebagai terdiri atas atas virusbakteriprotistajamurtumbuhan, dan binatang sebenarnya berarti sekaligus mengklasifikasikan. Dalam arti luas, klasifikasi berarti mengatur sesuatu ke dalam kelompok berdasarkan atas ciri-ciri tertentu. Dalam biologi, klasifikasi berarti menggolongkan mahluk hidup berdasarkan ciri-ciri fisik bersama tertentu ke dalam kelompok-kelompok peringkat yang disebut takson (taxon), yaitu sekelompok organisme yang dipandang sebagai suatu kesatuan, dari yang paling umum ke yang lebih khusus. Dengan kata lain, dikelompokkan dalam peringkat dari kesatuan yang dikelompokkan dengan menggunakan ciri-ciri bersama yang dimiliki oleh banyak organisme ke kesatuan yang dikelompokkan dengan menggunakan ciri-ciri bersama yang dimiliki oleh sedikit organisme. Takson dalam pengertian pemeringkatan berdasarkan ciri-ciri tersebut dikenal sebagai peringkat taksonomik; terdiri atas peringkat utama dan sejumlah peringkat tambahan. Peringkat utama terdiri atas kerajaan, filum (binatang) atau divisi (tumbuhan), kelas, ordo, famili, genus, dan spesies, sedangkan peringkat tambahan dapat dibuat di atas dan di bawah setiap peringkat utama. Klasifikasi dengan menggunakan ciri-ciri fisik bersama ke dalam peringkat taksonomik tersebut dikenal sebagai klasifikasi sistem Linnaeus (sesuai dengan pelopornya, Carolus Linnaeus atau Carl von Linne).

Peringkat Taksonomik Utama menurut Sistem Klasifikasi Linnaeus
LatinBahasa Inggris (Indonesia)
regiodomain
regnumkingdom (kerajaan)
phylumdivisiophylum (filum)division (divisi)
classisclass (kelas, rumpun)
ordoorder (ordo, bangsa)
familiafamily (famili, suku)
genusgenus (genus, marga)
speciesspecies (spesies, jenis)

Klasifikasi organisme akan lebih mudah dilakukan bila organisme terlebih dahulu diberi nama. Untuk memberikan nama maka terlebih dahulu organisme perlu diidentifikasi dan diberikan deskripsi. Pendeskripsian dan pemberian nama mahluk hidup dengan menggunakan aturan tertentu disebut taksonomi (taxonomy, dari kata Latin taxis=pengaturan dan dan nomia=metode), aturan yang digunakan untuk memberi nama disebut tata nama (nomenclature). Tata nama disepakati untuk kerajaan mahluk hidup sebagai berikut:
Menurut ketentuan dalam tata nama tersebut, takson diberi nama ilmiah dengan menggunakan bahasa Latin. Tetapi terdapat perbedaan antar tata nama untuk setiap kategori organisme tersebut di atas. Nama spesies terdiri atas dua kata (binomial): nama genus diikuti dengan nama epitet. Tetapi ketentuan itu berlaku untuk nama spesies algae, jamur, dan tumbuhan. Untuk nama spesies binatang dapat ditambahkan kata ketiga, yaitu nama sub-spesies, sehingga menjadi trinomial (tiga kata). Untuk spesies algae, jamur, dan tumbuhan, nama peringkat di bawah spesies juga dapat ditambahkan, tetapi harus dipisahkan dari nama binomial spesies dengan menambahkan singkatan peringkat taksonomik di bawah spesies, misalnya ssp. (subspesies), var. (varietas), f. (forma), dan sebagainya. Juga, untuk nama spesies algae, jamur, dan tumbuhan, nama genus tidak dapat diulang sebagai nama epitet, sebaliknya untuk nama spesies binatang dapat. Nama pemberi nama (author) dalam nama ilmiah algae, jamur, dan tumbuhan dapat disingkat dan tidak perlu diikuti dengan tahun publikasi, sebaliknya nama author dalam nama ilmiah bintang harus ditulis penuh dan disertai dengan tahun publikasi. Kini telah ada upaya untuk menyatukan tata nama seluruh organisme menjadi satu sistem, disebut BioCode, sebagaimana diajukan oleh International Committee on Bionomenclature (ICB), tetapi masih belum diadopsi secara luas.

Taksonomi bukan hanya berarti identifikasi, deskripsi dan pemberian nama organisme, tetapi juga berarti ilmu yang berkaitan dengan itu. Ilmu selalu berkembang sehingga nama yang sudah diberikan pada suatu waktu tidak lagi sesuai dengan perkembangan sehingga harus diubah. Oleh karena itu, nama ilmiah tidak selalu tetap dari waktu ke waktu, melainkan berubah sesuai dengan perkembangan. Oleh karena itu pula, nama yang tidak sesuai dengan perkembangan menjadi tidak berlaku lagi dan digantikan dengan nama lain yang berlaku. Nama yang sebelumnya pernah berlaku tetapi kemudian menjadi tidak berlaku menjadi nama sinonim (synonim). Oleh karena itu, bila Anda menggunakan nama ilmiah maka Anda perlu terlebih dahulu memeriksa, apakah nama yang akan Anda gunakan masih berlaku atau sudah tidak berlaku. Dahulu, pemeriksaan nama ilmiah hanya dapat dilakukan dengan membaca jurnal ilmiah taksonomi, tetapi kini dapat dilakukan dengan menggunakan layanan pemeriksaan nama ilmiah dalam jaringan (online), di antaranya: Catalogue of Life (semua kerajaan mahluk hidup), GBIF Data Portal (semua kerajaan mahluk hidup), ITIS (semua kerajaan mahluk hidup, fokus Amerika Utara), AlgaeBase (algae), Species Fungorum (jamur), LPSN (bakteri), dan ICTV (virus).

Klasifikasi yang membagi mahluk hidup ke dalam peringkat taksonomik menurut sistem Linnaeus disebut juga klasifikasi fenetik (phenetic). Klasifikasi fenetik didasarkan pada kesamaan ciri-ciri morfologis secara keseluruhan tanpa memperhatikan asal-usul keturunan (genetik), sebagaimana juga yang dilakukan pada taksonomi numerikal (mumerical taxonomy) yang dipelopori oleh Peter Sneath dan Roberth R. Sokal. Kini, seiring dengan perkembangan yang pesat dalam bidang biologi molekuler dan peleontologi, sistem klasifikasi berdasarkan pada ciri-ciri bersama yang diturunkan, yang dipelopori oleh Willi Henig sejak 1966, semakin mendapat dukungan. Klasifikasi ini disebut sistematika filogenetik. Sistem ini didasarkan atas ciri-ciri unik yang diturunkan dari nenek moyang bersama terakhir (last common ancestors) yang tidak terdapat pada nenek moyang jauh sebelumnya (more distant ancestors) (ciri-ciri homolog versus ciri-ciri analog).

Sistem filogenetik ini juga disebut sistem kladistik, meskipun tidak benar-benar sama. Disebut sistem kladistik karena berbasis pada klad (clade, dari bahasa Yunani Kuno klados=cabang), yaitu orang tua dan keturunan langsungnya). Sistem ini semakin mendapat dukungan terutama karena, dibandingkan dengan sistem klasifikasi fenetik, lebih sesuai dengan teori evolusi. Seiring dengan itu pula, sistematika, yang sebelumnya merupakan tradisi Eropa dari taksonomi dalam tradisi Amerika, berkembang menjadi ilmu yang mempelajari klasifikasi mahluk hidup berdasarkan atas asal-usul filogenetiknya. Klasifikasi pun didefinisikan ulang oleh Ernst Mayr sebagai penggolongan entitas ke dalam kelas di dalam kelas secara hirarkis, di mana kelas-kelas yang berhubungan dan saling mempunyai kesamaan pada satu peringkat hierarkis merupakan bagian dari kelas pada peringkat yang lebih tinggi (kelas dalam hal ini tidak sama dengan kelas dalam konteks takson, melainkan dalam konteks klad). Maksudnya adalah, dalam klasifikasi filogenetik, klad yang lebih kecil merupakan bagian dari klad yang lebih besar.

Untuk memahami apa itu sebenarnya klasifikasi filogenetik, pertama-tama perlu dipahami apa yang disebut nenek morang bersama terakhir sebagaimana tampak pada kladogram (diagram klad, juga disebut dendogram) di bawah ini:

Pada gambar di atas, kotak biru adalah nenek moyang unik untuk seluruh keturunan yang disebut C, kotak hijau merupakan nenek moyang bersama terakhir untuk keturunan yang disebut B dan C, dan kotak berwarna kuning merupakan nenek moyang bersama terakhir untuk keturunan yang disebut A dan yang merupakan nenek moyang bersama terakhir untuk keturunan yang disebut B dan C. Dalam hal ini, klad terdiri atas nenek moyang bersama berikut keturunan langsungnya, sebagaimana tampak dalam kotak berwarna kuning (kiri), syan (tengah), dan jingga (kanan) pada kladogram berikut ini:

Perlu diperhatikan bahwa dalam klasifikasi filogenetik (kladistik) berlaku:
  • Hubungan antar klad yang lebih kecil dengan yang lebih besar tidak bersifat rendah dan tinggi seperti tangga, melainkan bersifat percabangan
  • Urutan percabangan menyatakan urutan waktu, bukan menyatakan urutan tingkat kemajuan organisme dalam evolusi
  • Penempatan keturunan sebagai percabangan dari kiri ke kanan sama dengan penempatan keturunan sebagai percabangan dari kanan ke kiri dan tidak menyatakan urutan tingkat kemajuan organisme dalam evolusi
Perhatikan ketiga kladogram di bawah ini:


Sistem klasifikasi Lineaus menggunakan peringkat taksonomik sebagai dasar, sistem klasifikasi filogenetik menggunakan klad sebagai dasar klasifikasi. Perhatikan kladogram A, B, dan C di bawah ini:

A
B
C
Pada kladogram A terdapat klad Testudines, Squamata, Archosaria, dan Crochodilomorpha. Tetapi klad pada kladogram B tidak dapat disebut Reptilia karena di dalamnya terdapat burung. Pada kladogram C terdapat klad Dinosauria yang beranggotakan dinosaurus dan burung. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya dinosaurus tidak sepenuhnya punah, melainkan menurunkan burung.

Garis vertikal pada kladogram-kladogram di atas (atau garis horizontal bila kladogram diputar 90 derajat ke kanan) menggambarkan waktu evolusi (dalam jutaan tahun lalu) dalam klasifikasi filogenetik sebagaimana tampak pada kladogram berikut ini:

Apa yang terjadi dan kapan terjadinya sesuatu pada klasifikasi filogenetik tersebut ditentukan dengan berbagai cara, yaitu penentuan waktu radiometri (radiometric dating), pelapisan kulit bumi (stratigraphy), dan jam molekuler (molecular clock).

Setelah taksonomi dan klasifikasi filogenetik (sistematika) diterima semakin luas, lalu apa yang terjadi dengan taksonomi dan klasifikasi fenetik Linaeus? Apakah taksonomi dan klasifikasi fenetik akan ditinggalkan? Tidak juga. Taksonomik dan klasifikasi filogenetik memang telah menimbulkan perubahan mendasar terhadap taksnomi dan klasifikasi organisme, tetapi tidak berkaitan langsung dengan takson dalam klasifikasi fenetik. Tata nama klasifikasi filogenetik, dikenal sebagai PhyloCode, tidak mengatur mengenai takson. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memadukan kedua sistem taksonomi dan klasifikai ini. Dalam dunia tumbuhan berbunga, pendekatan yang dilakukan adalah dengan menambahkan klad tanpa peringkat taksonomik di atas peringkat taksonomik ordo sebagaimana dalam sistem Angiosperm Phylogeny Group III (APG-III). Dalam dunia binatang, pendekatan yang dilakukan adalah dengan menambahkan banyak peringkat tambahan sebagai representasi klad di atas maupun di bawah peringkat taksonomik utama. Hanya saja, penggabungan ini tetap menimbulkan konsekuensi. Misalnya, nama takson dalam peringkat taksonomik yang sama tidak lagi dapat ditampilkan sejajar. Perhatikan misalnya kladogram tumbuhan berbunga menurut APG III (A) dan menurut Tree of Life web project (B) di bawah ini:
A
B
Pada kladogram A tampak klad ditambahkan di sebelah kiri (di atas bila diputar 90 derajat ke kanan) peringkat taksonomik ordo, di antaranya klad magnoliid yang terdiri atas ordo Cloranthales, Piperales, Canellales, Laurales, dan Magnoliales. Klad lainnya semua berada kurang lebih sejajar dengan klad-klad lainnya di sebelah kiri deretan nama-nama ordo. Tetapi pada kladogram B, tampak bahwa klad magnoliid sejajar bukan hanya dengan klad lain (eudicot dan monocot), melainkan juga dengan ordo (Austrobaileyales), famili (Nymphaeaceae, Ceratophylaceae, dan Chloranthaceae), dan bahkan spesies (Amborella trichopoda). Perbedaan ini terjadi karena pada kladogram A ditampilkan hanya ordo, sedangkan pada kladogram B ditampilkan seluruh klad sampai dengan klad magnoliid. Dalam hal ini, spesies Amborella trichopoda merupakan klad dasar yang bukan merupakan bagian dari klad-klad yang terpisah lebih kemudian. Dengan kata lain, spesies ini tidak dapat ditempatkan dalam famili dan ordo dalam kategori tumbuhan berbunga. Dengan kesulitan seperti ini, dan tentu saja masih ada kesultan lainnya, apakah semua orang menerima sistem klasifikasi filogenetik ini? Mungkin belum, mungkin juga tidak perlu, tetapi yang jelas semakin banyak yang menerima. John S. Wilkins memberikan argumentasi yang menarik mengenai hal ini.

Setelah membaca uraian di atas, bagaimana kemudian Anda menjeawab pertanyaan, organisme itu sebenarnya apa dan bagaimana bisa begitu beranekaragam? Silahkan rumuskan sendiri jawaban Anda masing-masing. Tetapi apapun jawaban Anda, jangan lupa bahwa dalam mempelajari organisme dalam konteks perlindungan tanaman, Anda mempelajari organisme dalam konteks biologi dan lebih khusus lagi, dalam konteks evolusi. Di antara Anda, mungkin ada yang berpendapat, apa perlunya memahami klasifikasi, taksonomi, dan sistematika. Lagi pula, kurikulum fakultas-fakultas pertanian tidak lagi mengharuskan mahasiswa mempelajarinya. Mungkin Anda sependapat dengan para pakar perancang kurikulum fakultas pertanian bahwa dengan mengabaikan ilmu-ilmu dasar maka mahasiswa dapat memokuskan diri mempelajari ilmu-ilmu terapan yang dapat menjadikan mereka kompeten. Lalu, ketika menulis skripsi mahasiswa mengutip nama ilmiah dan klasifikasi dari sembarang buku, bahkan dari buku-buku bercocok tanam yang diperuntukkan bagi kalangan petani. Bila demikian, anggap saja Anda tidak pernah membaca tulisan ini. Namun bila setelah membaca tulisan ini Anda merasa memperoleh manfaat, silahkan tuliskan komentar Anda dalam kotak di bawah ini.

Tautan Luar:

Dipublikasikan pertama pada 8 Okt. 2013, revisi terakhir pada 28 Februari 2014
Creative Commons License

Untuk memahami tulisan singkat ini secara lebih tuntas, silahkan klik setiap tautan yang tersedia. Bila Anda masih mempunyai pertanyaan, silahkan sampaikan melalui kotak komentar di bawah ini.

38 komentar:

  1. steven ignasius tani14 Oktober 2013 12.56

    menurut saya pak, klasifikasi filogenetik ini sulit untuk dimengerti dibandingkan dengan klasifikasi menurut linneus yaitu klasifikasi finetik yang hanya mengklasifikasi organisme berdasarkan ciri morfologinya saja, tetapi bukannya klasifikasi filogenetik tidak penting karena jika kita hanya mengklasifikasi organisme berdasarkan morfologinya saja kita tidak bisa mengetahui nenek moyang dari suatu organisme tersebut dan klasifikasi ini penting karena dengan mengklasifikasikan organisme kita dapat mengetahui nama atau identitas dari organisme itu dan juga kita bisa mengetahui bahwa organisme itu beranekaragam berdasarkan nama dan identitasnya.


    pertanyaan saya, apakah manusia juga termasuk sebagai OPT karena manusia juga merusak serta mematikan tumbuhan seperti apa yang didefinisikan? dan ada tumbuhan yang terserang penyakit dapat bermanfaat bagi manusia seperti sebagai bahan pengobatan?

    BalasHapus
  2. suryanti letfra17 Oktober 2013 15.43

    menurut saya, ada 2 organisme yaitu organisme uniseluler dan organisme multiseluler. organisme uniseluler adalah makhluk hidup yang terdiri dari satu sel tunggal atau dapat berupa koloni maupun hidup secara individual. sedangkan organisme multiseluler adalah organisme yang mempunyai banyak sel, contohnya hewan dan tumbuhan.

    BalasHapus
  3. menurut saya ,organisme adalah individu makhluk hidup,apakah seekor hewan,tumbuhan ,atau mikroorganisme. organisme atau dalam bahasa inggris disebut living thing atau diindonesiakan makhluk hidup.organisme dibedakan atas dua yaitu organisme seluler (memiliki hanya satu sel saja )dan organisme multiselular ( memiliki banyak sel).sel sendiri dipilahkan menjadi mempunyai inti yang dipisahkan dari sitoplasma dengan dinding inti (eukariotik) dan tidak dipisahkan oleh dinding inti(prokariotik).Dan dalam pendefinisikan organisme dibutuhkannya cara menklasifikasikan menurut ciri-ciri fisik,bentuk dan sifat makhluk hidup tersebut agar bisa dapat digolongkan atau dikelompok sesuai dengan ciri-ciri makhluk hidup tersebut.

    BalasHapus
  4. menurut saya , organisme pengganggu tanaman adalah organisme yang dapat merusak, yang tidak diinginkan dan dapat merusak tanaman-tanaman disekitar. yang saya ingin tanyakan, apakah semua organisme yang ada bisa dikategorikan sebagai organisme penggangu? dan juga diatas telah dijelaskan bahwa ada organisme multiseluler dan organisme uniseluler. saya ingin bertanya, kira-kira contoh-contoh dari organisme multiseluler itu apa saja dan contoh-contoh organisme uniseluler apa saja??

    BalasHapus
  5. Antonia S. W. Weke18 Oktober 2013 23.47

    menurut saya pak,,, ganisme adalah kumpulan molekul-molekul yang saling memengaruhi sedemikian sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat hidup.

    Istilah organisme kompleks mengacu pada organisme yang memiliki lebih dari satu sel. nama lainya yag sering disebut selain organisme adalah MAKHLUK HIDUP Organisme terdiri dari manusia ,tumbuhan, hewan, serta mikro organisme.

    BalasHapus
  6. Melanie C. S. Lay18 Oktober 2013 23.59

    menurut saya pak,,, kita perlu mempelajari ilmu mengenai OPT agar kita juga dapat mengetahui penyebab kerusakan tanaman kita.

    BalasHapus
  7. Elisabeth Klaran19 Oktober 2013 00.51

    Menurut saya, organisme
    itu adalah suatu individu yang berkembang biak dan menghasilkan keturunan serta
    bersifat uniseluler dan multiseluler. Disamping itu juga organisme
    tersebut bisa menguntungkan dan
    merugikan dari nilai ekonomis. Contohnya yang merugikan adalah hama, pathogen
    dan gulma. Sedangkan yang menguntungkan adalah sejenis organisme yang dijadikan
    sebagai musuh alami contohnya ular sawah bisa dijadikan sebagai musuh alami
    bagi tikus sawah.

    BalasHapus
  8. Klasifikasi filogenik didasarkan pada ciri-ciri organimse. Berdasarkan ciri tersebut maka Ntysis dapat memberikan jawaban melalui pohon filogenik yang menggambarkan asal usul suatu organisme dan tingkat kekerabatannya.

    BalasHapus
  9. I Wayan Mudita27 Oktober 2013 11.49

    Tulisan ini berisi uraian mengenai klasifikasi filogenetik, yaitu klasifikasi berdasarkan ciri-ciri yang dapat diwariskan. Klasifikasi fenetik menurut Linnaeus dilakukan berdasarkan seluruh ciri-ciri yang tampak, tanpa membedakan dapat diwariskan atau tidak. Silahkan klkik Tautan Luar untuk memperoleh penjelasan lebih lengkap mengenai kedua sistem klasifikasi tersebut.

    BalasHapus
  10. I Wayan Mudita27 Oktober 2013 11.51

    Organisme multiseluler: Binatang, tumbuhan berbunga, algae, sebagian besar jamur. Tumbuhan uniseluler: bakteri dan arkaea.

    BalasHapus
  11. I Wayan Mudita27 Oktober 2013 11.55

    Apakah manusia dapat dikategorikan sebagai OPT atau tidak, sama sekali tidak berkaitan dengan klasifikasi organisme. Manusia dapat dikategorikan sebagai OPT bilam mencuri hasil tanaman manusia lain. Penyakit tidak menyerang sebab penyakit bukan organisme, melainkan akibat yang timbul dari serangan oleh organisme patogenik (penyebab penyakit). Tanaman sakit dapat bermanfaat karena harganya menjadi lebih tinggi daripada harga tanaman sehat. Contohnya: buka tulip berwarna-warni karena penyakit yang disebabkan oleh virus, kelapa kopyor.

    BalasHapus
  12. steven ignasius tani29 Oktober 2013 22.31

    terima kasih pak



    Pada 27 Oktober 2013 03.55, Disqus menulis:

    BalasHapus
  13. steven ignasius tani29 Oktober 2013 22.34

    terima kasih pak



    Pada 27 Oktober 2013 03.55, Disqus menulis:

    BalasHapus
  14. Banyaknya organisme yang ada di bumi membuat orang sulit untuk membeda-bedakan,maka dari itu untuk membedakan organisme-organisme tersebut dengan cara pemberian nama latin,identifikasi dan deskripsi yang disebut dengan taksonomi.Nama organisme tiap waktu akan selalu berubah mengikuti zaman.Mengapa nama organisme harus selalu berubah-ubah,apakah ada masalah sehingga harus selau mengubah nama organisme?
    .TERIMA KASIH

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya ingin menanggapi, coba anda sertakan organisme mana yang telah diganti nama latinnya seiring dgn perkembangan zaman pada komentar anda, supaya kejelasan komentar anda dapat saya mengerti tentang pemberian nama latin. terimakasih

      Hapus
  15. Saya ingin menambahkan sedikit dari pernyataan steven.Dalam hal perubahan nama latin pada perkembangan zaman,memang benar.tetapi bergantung pada penemuan,klasifikasi baru.

    BalasHapus
  16. Maria Goreti Hasman23 Maret 2017 15.28

    Berdasarkan kategori sel,pada tahun 1977 Carl Woese ,mengusulkan agar makluk hidup dibagi menjadi 3 kerajaan yaitu: Archaea,bacteria dan eukarya.
    Dari ketiga kerajaan makluk hidup tersebut..jelaskan secara terperinci apa maksud dan berikan contohnya masing-masing dari ketiga kerajaan tersebut.
    Trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari pertanya teman maria goreti hasman'jelaskan secara perinci apa maksudnya?' dari pertanyaan ini kurang jelas pertanyannya.
      1. kingdom Arhaea. contoh :genus Halobacterium, Halorubrum, Halococcus, dan Haloarcul.
      2. kingdom Bakteria. contoh:E.coli
      3. kingdom eukarya. contah :Alga

      Hapus
  17. defenisi organisme terdiri atas virus, bakteri, protista, jamur, tumbuhan dan binatang sebenarnya berarti sekaligus mengklasifikasikan.dari pernyataan tersebut, apakah virus termasuk dalam defenisi organisme? sedangkan saya ketahui bahwa, hanya terdapat 5 kingdom. tolong jelaskan mengapa termaksud dalam organisme?

    BalasHapus
  18. dari materi yang telah dipaparkan, apa saja upaya-upaya untuk memadukan sistem taksonomi dan klasifikasi?
    Terimah Kasih

    BalasHapus
  19. dari materi yang telah dipaparkan, mengapa sistem filogenetik bisa di sebut juga sistem kladistik sedangkan dari kedua sistem tersebut terdapat berbagai perbedaan?

    BalasHapus
  20. Organisme pengganggu tanaman didefenisikan sebagai semua organisme yang dapat merusak,mengganggu kehidupan ataupun menyebabkan kematian pada tanaman.yang ingin saya tanyakan adalah selain sebagai perusak tanaman,apakah ada organisme yang justru bermanfaat bagi tanaman??trima kasih

    BalasHapus
  21. terimakasih pak atas artikelnya, saya mau bertanya apa penyebabnya sehingga sistem klasifikasi makhluk hidup terus berubah- ubah dari waktu ke waktu.

    BalasHapus
  22. organisme sebenarnya dapat lebih di indonesiakan menjadi mahluk hidup.Organisme begitu beranekaragam karena makluk hidup selalu berkembangbiak,tumbuh dan menjaga keseimbangan tubuh tumbuhan terhadap perubahan lingkungan.Bagaimana cara untuk mengatasi organisme yang selalu berkembang yang akan menjadi organisme pengganggu tanaman ?.Terima kasih

    BalasHapus
  23. berawal dari pemilihan organisme menjadi ketiga domain maka berkembang klasifikasi mahluk hidup berdasarkan asal-usul genetik yang kini di kenal sebagai klasifikasi filogenetik.Mengapa klasifikasi filogenetik berkembang pesat dalam mahluk hidup?.Terima kasih

    BalasHapus
  24. UU NO.12 Tahun 1992 dan PP NO.6 tahun 1995 mendefinisikan perlintan sebagai segala upaya untuk memecah kerugian yang di akibatkan oleh opt.Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan semua mikroorganisme yang dapat merusak tanaman dan kerugian.Organisme yang yang merusak tanaman antara lain virus,bakteri,protista,jamur,tumbuhan dan binatang.Apakah opt yang ada dapat berpengaruh dengan proses pertumbuhan tanaman yang di kategorikan dalam gulma atau tanaman ?Terima kasih

    BalasHapus
  25. organisme adalah sesuatu yang dapat bereaksi terhadap rangsangan,berkembangbiak,tumbuh,dan menjaga keseimbangan tubuh terhadap perubahan lingkungan.Cara yang tepat untuk mengatasi virus dan bakteri yang menyerang tubuh tanaman?terima kasih

    BalasHapus
  26. dengan kesulitan opt seperti ini,tentu saja masih ada kesulitan lainnya seperti klasifikasi filogenetik.apakah semua orang bisa menerima sistem klasifikasi tersebut?.terima kasih

    BalasHapus
  27. Setelah taksonomi dan klasifikasi filogenetik (sistematika) diterima semakin luas, lalu apa yang terjadi dengan taksonomi dan klasifikasi fenetik Linaeus? Apakah taksonomi dan klasifikasi fenetik akan ditinggalkan? Tidak juga. Taksonomik dan klasifikasi filogenetik memang telah menimbulkan perubahan mendasar terhadap taksnomi dan klasifikasi organisme, tetapi tidak berkaitan langsung dengan takson dalam klasifikasi fenetik.apa yang di maksud dengan taksonomi dan sebutkan jenis jenis klasifikasi filogenetik?

    BalasHapus
  28. Setelah taksonomi dan klasifikasi filogenetik (sistematika) diterima semakin luas, lalu apa yang terjadi dengan taksonomi dan klasifikasi fenetik Linaeus? Apakah taksonomi dan klasifikasi fenetik akan ditinggalkan? Tidak juga. Taksonomik dan klasifikasi filogenetik memang telah menimbulkan perubahan mendasar terhadap taksnomi dan klasifikasi organisme, tetapi tidak berkaitan langsung dengan takson dalam klasifikasi fenetik.apa yang di maksud dengan taksonomi dan sebutkan jenis jenis klasifikasi filogenetik?

    BalasHapus
  29. Trimakasih untuk materi yang sudah bapak berikan. Seperti yang sudah dijelaskan pada materi di atasa bahwa Organisme pengganggu Tumbuhan terdapat beragam jenisnya. Untuk itu dengan mempelajari tentang sistem klasifikasi inilah kita dapat membedakan OPT dengan baik. Selanjutnya, pada sistem klasifikasi filogenetik dan klasifikasi fenetik, menurut saya klasifikasi fenetik lebih mudah dimengerti. Apakah ada cara tertentu agar kami lebih mudah memahami tentang klasifikasi filogenetik ? Karena seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa klasifikasi filogenetik berkaitan erat dengan hubungan evolusi yang artinya perubahan. Kedepan dengan teknologi yang semakin berubah pastinya akan ada perubahan pada klasifikasi organisme tersebut. Untuk itu kami harus bisa memahami tentang sistema klasifikasi filogenetik. Moho bantuannya pak, terimakasih.

    BalasHapus
  30. Oeganisme di dunia terlalu banyak
    Jadi untuk memudahkan kita membedakan mana organisme pengganggu dan organisme yang menguntungkan maka para ahli mengklafikasikannya.

    BalasHapus
  31. Klasifikasi organisme akan lebih mudah dilakukan bila organisme terlebih dahulu diberi nama. Dari pernyataan di atas yang ingin saya tanyakan mengapa harus di berikan namanya dahulu?

    BalasHapus
  32. organisme diindonesiakan sebagai mahluk hidup.orgenisme terdiri dari virus, bakteri, protista, jamur, tumbuhan, dan binatang.Apakah semua jenis organisme ini termaksud organisme pengganggu tumbuhan?
    Terima kasih

    BalasHapus
  33. berbagai macam organisme di indonesia dapat menghancurkan tanaman, yang ingin saya tanyakan . bagaimana cara yg tepat untuk memberantas organisme pengganggu tanaman tersebut ?

    BalasHapus
  34. Ingracia manehat31 Maret 2017 13.33

    Dari materi yang disajikan saya dapat mengetahui apa itu organismr serta penggolongannya. apakah dalam pemberian nama pada sebuah organisme perlu digolongkan kegalam kerajaan mahluk hidup?

    BalasHapus
  35. Dari semua organisme penggangu tanaman ini bisa di musnakan atau tdk?

    BalasHapus

Untuk mengomentari tayangan ini, silahkan tulis dan poskan di bawah ini ...

Daftar Istilah

A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y,
Z, daftar istilah entomologi dari EartLife