Telusuri Blog

Selamat Datang

Terima kasih, Anda telah berkenan berkunjung. Blog ini dibuat terutama untuk membantu mahasiswa mempelajari Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Bila Anda adalah mahasiswa semester ganjil tahun 2017/2018, silahkan mendaftar sebagai peserta kuliah dan memeriksa hasil mendaftar dengan mengklik tautan yang tersedia. Baca dengan seksama isi menu Smt. Ganjil 2017/2018 untuk mempersiapkan diri mengikuti kuliah. Bila Anda belum terbiasa menggunakan Internet, blog ini dibuat bukan untuk mempersulit Anda, melainkan untuk membantu Anda menjadi melek teknologi informasi, silahkan klik halaman Dukungan TI. Blog ini juga terbuka bagi siapa saja untuk berkunjung dan mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan pelindungan tanaman. Selamat menjelajah dan bergabung, mohon meluangkan waktu untuk membagikan melalui Google+, Facebook, Twitter atau lainnya dan menyampaikan komentar.

Navigasi Blog

Untuk memeriksa seluruh tulisan yang menjadi isi blog Dasar-dasar Perlindungan Tanaman, silahkan klik menu Daftar Isi. Bila Anda adalah peserta kuliah Semester Ganjil Tahun 2017/2018, Anda wajib membaca tulisan yang pada awal judulnya disertai angkai, mulai dari angka 1.1. dan seterusnya. Mahasiswa peserta kuliah Semester Genap Tahun 2017/2018 wajib menyampaikan komentar pada kotak komentar di bagian bawah tulisan. Komentar berisi uraian singkat mengenai apa yang Anda pahami dan/atau pertanyaan singkat mengenai yang belum dipahami. Halaman blog menyajikan hanya 5 tulisan termutakhir. Silahkan klik navigasi Posting Lama di bagian bawah tulisan blog untuk melihat tulisan lainnya.

Mendaftar sebagai Peserta Kuliah

Setiap mahasiswa peserta kuliah diwajibkan untuk mendaftar secara daring dengan mengisi formulir pendaftaran (klik untuk memulai). Silahkan lakukan login dengan menggunakan akun email sendiri sebelum mengisi formulir. Sesudah mengirimkan formulir pendaftaran, silahkan periksa hasil pendaftaran (klik untuk memeriksa). Pendaftaran ditutup pada Senin, 15 Maret 2018.

Senin, 20 Februari 2017

1.1. Permasalahan dan Pengertian Perlindungan Tanaman

Simple, Free Image and File Hosting at MediaFire Manusia memerlukan tanaman untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, tetapi pada tempat dan waktu yang bersamaan berbagai jenis organisme lain juga memerlukan tanaman untuk tujuan yang sama. Hal ini menyebabkan manusia menjadi merasa dirugikan dan oleh karena itu perlu melakukan berbagai upaya agar tanamannya tidak diganggu, dirusak, atau bahkan dimatikan oleh organisme lain. Tanaman, sebagaimana juga organisme lain yang mengganggu kehidupan, merusak, dan/atau menyebabkan kematiannya, dan juga manusia sendiri, merupakan bagian dari ekosistem (ecosystem) yang saling berkaitan dengan berbagai jenis organisme lain melalui jejaring makanan (food web). Upaya perlindungan tanaman yang ditujukan terhadap jenis-jenis organisme yang merusak, mengganggu kehidupan, dan/atau mematikan tanaman pada akhirnya bukan hanya berdampak pada organisme tersebut, tetapi juga organisme lain yang justeru bermanfaat, dan bahkan juga terhadap manusia sendiri.

Kebutuhan manusia akan hasil tanaman akan terus meningkat seiring dengan terus semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia. Menurut Departemen Urusan Ekonomi dan Penduduk PBB (1999), penduduk dunia diperkirakan akan terus meningkat menjadi 8.011.533.000 jiwa pada 2025 dan 9.149.984.000 jiwa pada 2050. Penduduk yang terus meningkat, disertai dengan perubahan pola konsumsi penduduk negara-negara maju ke arah bahan pangan yang lebih berkualitas dan kebutuhan biji-bijian sebagai bahan pakan untuk memenuhi kebutuhan pangan berkualitas tersebut, akan menyebabkan kebutuhan bahan pangan terus meningkat lebih dari dua kali dari yang dibutuhkan saat ini. Sekalipun tanpa gangguan, kerusakan, dan kematian tanaman yang disebabkan oleh organisme lain, kebutuhan bahan pangan tersebut sulit dapat dipenuhi karena berbagai faktor, di antaranya keterbatasan lahan, konversi lahan pertanian, kesulitan memperoleh air irigasi, dan sebagainya, dan bahkan konversi bahan pangan menjadi bahan bakar hayati (biofuel) sebagaimana yang dilakukan di negara-negara maju. Upaya untuk mencukupi kebutuhan pangan tersebut akan menjadi semakin sulit mengingat berbagai jenis organisme lain menyebabkan produksi tanaman pangan yang benar-benar dapat dicapai akan senantiasa lebih rendah daripada yang seharusnya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk melindungi tanaman dari gangguan, kerusakan, maupun kematian yang disebabkan oleh organisme lain yang terdiri atas golongan binatang, patogen, dan gulma. Meskipun demikian, produksi yang benar-benar dapat dicapai tetap saja lebih rendah daripada produksi yang seharusnya. Kehilangan hasil (yield loss), yaitu perbedaan antara produksi yang benar-benar dapat dicapai dengan produksi yang seharusnya, tetap saja besar. Untuk tanaman pangan, kehilangan hasil potensial, yaitu perbedaan produksi antara yang berhasil dicapai dibandingkan dengan produksi yang seharusnya, mencapai 67,4%, sedangkan kehasilan hasil aktual, yaitu perbedaan produksi antara yang berhasil dicapai dengan berbagai upaya perlindungan tanaman dibandingkan dengan produksi yang seharusnya, masih tetap tinggi, yaitu sebesar 32,1%. Tanpa upaya perlindungan tanaman, kehilangan hasil tertinggi disebabkan oleh tumbuhan lain yang tumbuh bersaing dengan tanaman (31,8%), sedangkan dengan perlindungan tanaman, kehilangan hasil tertinggi disebabkan oleh virus (10,1%). Dengan kata lain, perlindungan tanaman paling berhasil mengurangi kehilangan hasil potensial yang disebabkan oleh berbagai jenis tumbuhan lain yang tumbuh bersaing dengan tanaman.

Uraian suram di atas mencakup hanya tanaman pangan, belum kelompok tanaman lain seperti tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan yang diperlukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia lainnya di luar kebutuhan pangan. Kehilangan hasil pada berbagai kelompk tanaman lain tersebut juga tidak jauh berbeda, bahkan mungkin lebih besar. Kehilangan hasil besar yang disebabkan oleh organisme yang merusak, mengganggu kehidupan, dan/atau mematikan tanaman dapat terjadi karena berbagai faktor yang berkaitan dengan budidaya tanaman sendiri, dengan organisme perusak, pengganggu kehidupan, dan/atau penyebab kematian tanaman, maupun dengan upaya perlindungan tanaman yang perlu dilakukan. Budidaya tanaman sendiri masih dilakukan secara ekstensif dan manual di negara-negara sedang berkembang sampai secara sangat intensif dan mekanis di negara-negara maju. Budidaya tanaman yang padat teknologi di negara-negara maju, bukan hanya dapat lebih bisa membuat kondisi lingkungan menjadi lebih sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, tetapi juga lebih bisa mengurangi gangguan, kerusakan, maupun kematian tanaman yang disebabkan oleh berbagai organisme lain, daripada budidaya padat tenaga kerja di negara-negara sedang berkembang. Kemampuan negara-negara maju untuk melakukan hal tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah yang memberikan perhatian penuh terhadap permasalahan perlindungan tanaman, baik melalui kebijakan yang dibuat maupun melalui dukungan terhadap penelitian dan pengembangan teknologi perlindungan tanaman.

Faktor yang juga menjadikan permasalahan perlindungan tanaman menjadi kompleks adalah kenyataan bahwa organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, dan/atau merusakan tanaman terdiri atas berbagai jenis yang kemampuannya untuk menyebabkan kehilangan hasil sangat beragam. Jenis organisme yang sangat banyak dan beragam tersebut mencakup golongan binatang, janur dan bakteria, virus, dan tumbuhan pesaing tanaman. Jenis-jenis organisme organisme perusak, pengganggu kehidupan, dan/atau penyebab kematian tanaman dari golongan binatang (animal) lazim disebut hama (pests), dari golongan jamur (fungi), bakteri (bacteria), dan virus (virus) disebut patogen (pathogens), dan dari golongan tumbuhan (plant) pesaing tanaman disebut gulma (weeds). Binatang hama, patogen, dan gulma secara keseluruhan juga disebut hama, dalam hal ini hama dalam arti luas (pests sensu lato), sedangkan hama golongan binatang atau binatang hama merupakan hama dalam arti sempit (pests sensu stricto). Khusus di Indonesia, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, hama dalam arti luas sekarang disebut Organisme Pengganggu Tumbuhan atau lazim disingkat OPT, yang didefinisikan sebagai:
semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan.
Perhatikan bahwa dalam definisi ini digunakan istilah tumbuhan, bukan hanya tanaman sebagai jenis-jenis tumbuhan yang dibudidayakan, dan istilah pengganggu, yang dimaksudkan untuk mencakup pengertian merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian. Dalam bahasa sehari-hari, sering digunakan istilah menyerang. Istilah menyerang ini bukan hanya digunakan secara luas, tetapi juga secara salah kaprah sehingga penyakit yang bukan merupakan organisme pun juga dikatakan menyerang.

Berbagai jenis binatang, jamur, bakteria, dan virus, maupun tumbuhan memperoleh status sebagai OPT melalui berbagai cara untuk menyebabkan kehilangan hasil:
  1. Memakan bagian-bagian tanaman dengan berbagai cara. Organisme pengganggu tumbuhan dari jenis binatang merusak dan/atau mengganggu kehidupan tanaman atau hasil tanaman dengan cara ini. Bagian-bagian tanaman yang dimakan akan mengalami kerusakan secara mekanik sehingga bila terjadi pada bagian yang merupakan hasil maka akan mengurangi berat atau mutu.
  2. Mengganggu proses fisiologis tanaman. Kerusakan dengan cara ini ditimbulkan oleh organisme pengganggu dari golongan binatang, patogen, maupun gulma. Serangga penggerek batang dan patogen yang hidup pada pembuluh angkut akan mengganggu transportasi unsur hara dan fotosintat. Jenis gulma tertentu dapat mengganggu proses fisiologis tanaman dengan cara menghasilkan senyawa kimia tertentu.
  3. Menyaingi atau mengganggu dalam memperoleh sumberdaya kebutuhan hidup tanaman. Kerusakan dan gangguan dengan cara ini ditimbulkan terutama oleh gulma dalam hal memperoleh air, unsur hara, sinar matahari, dan ruang hidup. Patogen tertentu juga dapat menimbulkan gangguan ini, misalnya jamur jelaga yang menutupi permukaan daun sehingga menghambat proses fotosintesis.
  4. Menjadi perantara penularan organisme lain yang lebih merusak. Organisme tertentu merusak atau mengganggu kehidupan tanaman dengan menjadi perantara penularan bagi organisme lain yang lebih merusak. Misalnya, wereng cokelat, menyebabkan kerusakan langsung yang kurang berarti dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh virus penyebab penyakit tungro yang ditularkannya.
  5. Menjadi tempat bertahan dan sumber penularan. Pada saat tanaman tidak tersedia, gulma dapat menjadi tempat bertahan hidup bagi jenis-jenis organisme penggangu tertentu sehingga pada musim tanam berikutnya organisme pengganggu yang bertahan tersebut menjadi sumber penular terhadap tanaman yang dibudidayakan.
  6. Menghasilkan racun yang dapat mengkontaminasi hasil. Berbagai jenis patogen menghasilkan senyawa kimia beracun sebagai metabolit sekunder dan senyawa beracun tersebut dapat mengkontaminasi hasil tanaman. Organisme penggaggu tumbuhan dari jenis jamur tertentu, misalnya Aspergillus dan Fusarium, menghasilkan racun dalam kategori ini.
  7. Mencemari dengan keberadaan organisme yang bersangkutan. Organisme pengganggu tumbuhan yang memakan bagian tanaman yang berupa hasil akan menjadi pencemar (kontaminan) pada hasil pada saat dikonsumsi atau dijual. Keberaadaan organisme pengganggu sebagai kontaminan pada hasil menyebabkan hasil menjadi kurang layak dikonsumsi atau harganya rendah pada saat dijual. Misalnya, kumbang bubuk merupakan kontaminan terhadap hasil jagung.
Meskipun terdapat berbagai cara organisme dapat menyebabkan kehilangan hasil, kemampuan satu jenis organisme untuk merusak, mengganggu tanaman, dan/atau mematikan tanaman sebenarnya berbeda-beda, bergantung terutama pada:
  • Kemampuan merusak yang dimiliki oleh setiap individu jenis organisme yang bersangkutan, ditentukan terutama oleh sifat-sifat bawaan jenis organisme yang bersangkutan, 
  • Jumlah individu jenis organisme yang bersngkutan, pertumbuhan dan perkembangan populasinya, yaitu jumlah individu-individu jenis organisme tersebut pada tempat dan waktu tertentu, dipengaruhi oleh keadaan lingkungan dan aktivitas manusia, 
  • Kepentingan manusia terhadap jenis tanaman yang dirusak oleh jenis organisme yang bersangkutan, kepentingan manusia terhadap setiap jenis tanaman juga tidak sama sehingga kerusakan yang terjadi pada satu jenis tanaman dan pada jenis tanaman lain, meskipun keparahannya sama, tidak akan bernilai sama.
Kombinasi ketiga faktor ini dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan berbagai aktivitas yang dilakukan manusia sendiri, yang pada kelanjutannya akan berpengaruh terhadap tanaman, terhadap organisme yang berpotensi merusak, mengganggu kehidupan atau menyebabkan kematian tanaman, dan terhadap lingkungan hidup. Oleh karena itu, organisme lain berstatus sebagai hama dalam arti luas atau sebagai OPT bukan karena bawaan, atau karena kelahiran, melainkan karena keadaan. Status sebagai OPT, dengan demikian bukan merupakan status obyektif, melainkan status subyektif. Status subyektif tersebut terjadi karena pengaruh faktor lingkungan, pengaruh manusia terhadap organisme lain dan lingkungan hidupnya, dan kepentingan manusia terhadap hasil tanaman. Status sebagai OPT yang bersifat subyektif ini merupakan satu di antara berbagai faktor yang menyebabkan permasalahan perlindungan tanaman menjadi sangat rumit (kompleks).

Untuk melindungi tanaman dari gangguan berbagai jenis OPT, petani perlu melakukan perlindungan tanaman. Menurut ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, perlindungan tanaman merupakan "segala upaya untuk mencegah kerugian pada budidaya tanaman yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tumbuhan". Perlindungan tanaman tersebut, sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan,  "... dilaksanakan melalui kegiatan berupa (a) pencegahaan masuknya OPT ... atau tersebarnya ke area lain ... (b) pengendalian OPT, (c) eradikasi OPT". Sebagaimana juga yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, “Pelaksanaan perlindungan tanaman ... menjadi tanggung jawab masyarakat dan Pemerintah.” Karena merupakan kewajiban maka petani perlu melaksanakan perlindungan tanaman. Akan tetapi, bagaimana dapat melaksanakan perlindungan tanaman bila tidak menyadari bahwa OPT dapat menimbulkan kehilangan hasil sedemikian besar. Kalaupun menyadari, bagaimana dapat melaksanakan perlindungan tanaman kalau tidak tahu perlindungan tanaman harus diprioritaskan terhadap OPT yang mana. Meskipun mengetahui perlindungan tanaman harus dilakukan OPT yang mana, petani sering tidak melaksanakannya karena mengalami kesulitan biaya. Pemerintah memang membantu melaksanakan perlindungan tanaman, tetapi menurut ketentuan peraturan perundang-undangan, hal itu baru bisa dilakukan “apabila terjadi eksplosi.”

Uraian di atas menunjukkan bahwa kerumitan permasalahan perlindungan tanaman terjadi bukan semata-mata karena banyaknya jenis organisme yang berpotensi menjadi OPT, tetapi juga karena banyaknya kepentingan manusia yang diharapkan dapat dipenuhi dari tanaman. Dalam melindungi tanaman dari OPT guna mewujudkan kepentingan yang diharapkannya dari tanaman, manusia justru melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan permasalahan baru. Intensifikasi pertanian sebagai bagian dari Revolusi Hijau pada awalnya memang seakan-akan dapat mengatasi permasalahan, tetapi pada akhirnya justru menimbulkan masalah baru. Pembudidayaan satu jenis tanaman dalam areal yang luas secara monokultur dan terus menerus, yang disertai dengan pemupukan dalam dosis tinggi dan penggunaan pestisida yang pada mulanya dipandang sebagai ‘obat’ untuk melindungi tanaman, ternyata kemudian justru menimbulkan eksplosi OPT.

Eksplosi (explosion), yang juga lazim disebut ledakan (outbreak), tersebut terjadi karena budidaya monokultur secara terus menerus dengan pemupukan dosis tinggi menguntungkan pertumbuhan populasi OPT, sedangkan penggunaan pestisida secara sembarangan dapat menyebabkan OPT menjadi resisten, yaitu menjadi tahan terhadap herbisida dengan bahan aktif tertentu. Penggunaan pestisida, yang sesungguhnya bukan obat melainkan racun, selain membunuh OPT sasaran, juga dapat membunuh berbagai organisme bermanfaat, termasuk organisme yang menjadi musuh alami (natural enemies) bagi OPT sasaran. Sebagaimana dengan manusia yang menghadapi OPT sebagai musuh, dalam ekosistem alami OPT menghadapi berbagai organisme lain sebagai musuh. Hal ini terjadi karena dalam ekosistem, berbagai jenis organisme berinteraksi dalam proses makan memakan yang disebut jejaring makanan. OPT merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tanaman, sementara berbagai organisme lain juga melakukan hal yang sama terhadap OPT. Namun dalam ekosistem pertanian, yang juga lazim disebut agroekosistem, penggunaan herbisida menyebabkan sebagian besar musuh alami mati sehingga OPT dapat berkembang biak dengan cepat karena tidak ada yang memakannya sebagaimana yang terjadi pada ekosistem alami.

Kerumitan permasalahan perlindungan tanaman sebenarnya belum selesai sampai di sini. Berbagai permasalahan lain akan diuraikan lebih lanjut pada tulisan-tulisan selanjutnya. Namun sebelum mengakhiri tulisan ini, perlu dipahami bahwa kerusakan, gangguan kehidupan, atau kematian yang disebabkan oleh OPT terhadap tanaman dapat terjadi setiap saat, mulai sejak benih ditugal sampai dengan ketika hasil panen telah disimpan. Kerusakan, gangguan kehidupan, dan/atau kematian tanaman yang terjadi menjelang panen, atau lebih-lebih lagi ketika hasil sudah disimpan, akan menyebabkan semua biaya produksi, pengangkutan, dan penyimpanan menjadi sia-sia. Hal ini berbeda dengan produksi rendah yang terjadi karena petani lalai mengolah tanah, mengairi, atau memupuk, yang karena tidak dilakukan maka petani tidak perlu mengeluarkan biaya. Dalam hal terjadi eksplosi OPT, bukan hanya produksi menjadi rendah atau bahkan benar-benar gagal, tetapi semua biaya produksi yang telah dikeluarkan untuk mengolah tanah, membeli benih, melakukan pengairan, memupuk, dan sebagainya, akan hilang sia-sia. Bila petani memperoleh biaya tersebut dari meminjam, dari orang lain atau dari bank, maka pinjaman tetap harus dilunasi. Dalam hal petani tidak mengolah tanah dengan semestinya, tidak mengairi, atau tidak memupuk, petani tidak perlu mengembalikan apa-apa kepada siapapun.

Softskill
Bagikan tulisan ini melalui Google +, Facebook, atau Twitter dengan mengklik ikon berbagi yang terdapat di bagian bawah tulisan. Kemudian berikan komentar dengan menggunakan alamat email yang menggunakan nama sebenarnya, dengan cara mengetikkan dalam kotak Masukkan komentar Anda... mengenai apa yang dapat dipahami dari tulisan di atas dan ajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang belum dipahami dan kemudian mengklik tombol Publikasikan. Sampaikan komentar dan pertanyaan maksimum sebanyak 150 kata selambat-lambatnya pada 2 Maret 2018.

Creative Commons License


Untuk memahami tulisan singkat ini secara lebih tuntas, silahkan klik setiap tautan yang tersedia. Bila Anda masih mempunyai pertanyaan, silahkan sampaikan melalui kotak komentar di bawah ini.

100 komentar:

  1. Dalam suatu upaya budidaya tanaman yang menjadi kendala adalah permasalahan dalam perlindungan tanaman. Yang dimana perlindungan tanaman sangatlah dibutuhkan oleh manusia karena manusia sangat membutuhkan tanaman untuk memenuhi kebutuhan hidupnya begitupun juga dengan organisme. Akan tetapi perlindungan tanaman timbul bukan hanya sekedar gangguan, kerusakan, atau kematian tanaman yang disebabkan oleh organisme tersebut tetapi karena disebabkan oleh berbagai faktor yaitu Budidaya tanaman yang kurang intensif sehingga menimbulkan kehilangan hasil. Adapun juga organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, dan/atau merusakan tanaman terdiri atas berbagai jenis yang kemampuannya untuk menyebabkan kehilangan hasil sangat beragam. Jenis organisme yang sangat banyak dan beragam tersebut mencakup golongan binatang biasanya disebut hama, dari golongan jamur (fungi), bakteri (bacteria), dan virus (virus) disebut patogen (pathogens), dan dari golongan tumbuhan (plant) pesaing tanaman disebut gulma (weeds).


    BalasHapus
  2. Arti penting tanaman sebagai sumber pangan bagi kelangsungan hidup makluk, ketersediaannya semakin terbatas karena meningkatnya populasi penduduk,konversi lahan pertanian,keterbatasan air irigasi. kondisi ini terjadi di semua belahan dunia sehingga persoalan pangan saat ini menjadi persoalan mendunia yang sifatnya semakin kompleks.Di bidang agronomi salah satu factor yang berpengaruh cukup siginifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman yakni adanya gangguan organisme pengganggu berupa binatang,jamur,bakteri,virus dan tumbuhan pesaing sebagai dampak dari persaingan dalam memanfaatkan fungsi tanaman itu sendiri. Semakin kompleksnya persoalan ini dibutuhkan penanganan yang lebih serius dan bersifat holistic dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang terkait baik teknis (penerapan teknologi pertanian) maupun non teknis(kebijakan pemerintah).Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman dalam menjawab persoalan keterbatasan pangan di bidang agronomi yakni dengan menerapkan sistim perlindungan tanaman. Dalam hal ini upaya penyadaran dan pembinaan kepada para petani harus terus dilakukan sehingga petani sebagai pelaku utama bisa menerapkannya secara sadar dan bisa berkelanjutan.

    BalasHapus
  3. organisme yang berstatus sebagai hama dalam arti luas atau sebagai OPT bukan karena bawaan,atau karena kelahiran,melainkan karena keadaan.status sebagai OPT,bukan merupakan status obyektif,melainkan status subyektif.status subyektif tersebut terjadi karena pengaruh faktor lingkungan,pengaruh manusia terhadap organisme lain dan lingkungan hidupnya,dan kepentingan manusia terhadap hasil tanaman.status sebagai OPT yang bersifat subyektif ini merupakan satu diantara berbagai faktor yang menyebabkan permasalahan perlindungan tanaman menjadi sangat rumit{kompleks}. Yang menjadi pertanyaan saya,Mengapa OPT tidak disebut sebagai status obyektif melainkan disebut sebagai status subyektif? Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena selain kemampuannya merusak (obyektif), suatu organisme bisa menjadi OPT juga karena jumlahnya (padat populasinya) dan nilai tanaman yang dirusak. Padat populasi organisme dan nilai tanaman berubah setiap saat sehingga status OPT bersifat subyektif.

      Hapus
  4. revolusi hijau muncul sebagai akibat dari meningkatnya kebutuhan manusia akan bahan pangan.pupuk kimia dan pestisida yang seharusnya menjadi racun bagi OPT kini berubah fungsi menjadi obat karena OPT menjadi resisten terhadap pestisida dan pupuk kimia serta menimbulkan eksplosi. selain itu berbagai jenis OPT memiliki kemampuan merusak yang beragam sehingga diperlukan teknologi yang canggih agar kerusakan yang disebabkan oleh OPT dapat diatasi dan mungkin bisa dicegah kerusakan yang akan terjadi. namun selain memiliki teknologi yang canggih juga harus ada kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. kurangnya kepedulian pemerintah dan masyarakat dalam melindungi tanaman dari OPT menyebabkan OPT semakin merajalela ditambah penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan dosis yang tinggi memnimbulkan masalah baru karena terbunuhnya musuh alami OPT yang sebenarnya menguntungkan manusia. oleh karena itu penggunaan pupuk dan pestisida harus digunakan secara bertanggung jawab dan dengan dosis yang tepat agar tidak menimbulkan kerugian yang besar.

    BalasHapus
  5. dari paparan materi diatas dapat disimpulkan bahwa banyak sekali permasalahan dalam melindungi tanaman. hal ini disebabkan karena tanaman memiliki banyak musuh sehingga harus dilindungi.apalagi terdapat berbagai macam OPT yang memiliki kemampuan merusak yang berbeda-beda. untuk mengatasi kerugian yang sebabkan oleh OPT maka diperlukan berbagai macam upaya seperti menggunakan teknologi yang canggih seperti yang dilakukan oleh negara-negara maju sehingga kerugian dapat diatasi. selain itu teknologi yang canggih dibutuhkan juga kerjasama yang baik dari pemerintah dan masyarakat. seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah di Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur masih kurang peduli terhadap perlindungan tanaman dan cara penanggulangan OPT juga masih menggunakan cara ekstensif dan manual sehingga belun dapat diatasi secara baik. oleh karena itu perlu ditingkatkan kualitas teknologi yang digunakan dan Sumber Daya Manusia.

    BalasHapus
  6. setelah saya membaca materi diatas dapat disimpulkan bahwa perlindungan tanaman sangat penting untuk setiap manusia yang melakukan budidaya tanaman.ditambah banyaknya musuh tanaman yang tingkat kerusakannya berbeda-beda. oleh karena itu diperlukan berbagai macam upaya untuk melindungi tanaman dari OPT. salah satu cara untuk melindungi tanaman dari OPT adalah menggunakan teknologi canggih seperti pada negara-negara maju sehingga kerugian yang disebabkan oleh OPT dapat teratasi dan bisa dicegah. namun di Indonesia khususnya Propinsi Nusa Tenggara Timur, teknologi yang ada masih kurang memadai sehingga tingkat kerusakan yang disebabkan oleh OPT belum bisa diatasi secara baik. ditambah lagi kepercayaan masyarakat yang percaya bahwa sebagian serangga adalah merupakan kutukan dari dewa. selain itu kurangnya kepedulian pemerintah terhadap perlidungan tanaman dari OPT menyebabkan OPT semakin merajalela karena penanggulangan OPT yang lambat. oleh karena itu disarankan agar adanya teknologi yang memadai dan perhatian pemerintah yang lebih serius dalam melindungi tanaman dari OPT.

    BalasHapus
  7. Terima kasih atas bahan kuliah yang sudah Bapak tulis, sehingga dapat menambah pemahaman dan wawasan saya tentang Pengertian Perlindungan Tanaman.

    Secara keseluruhan, bahan kuliah tersebut sangat komunikatif, sehingga dapat saya mengerti dan saya pahami.

    Saya sangat tertarik dan merasa tertantang dengan prediksi yang tertulis di paragraf kedua, kalimat baris ke delapan dst, antara lain dituliskan :

    Sekalipun tanpa gangguan, kerusakan, dan kematian tanaman yang disebabkan oleh organisme lain, kebutuhan bahan pangan tersebut sulit dapat dipenuhi karena berbagai faktor, di antaranya keterbatasan lahan, konversi lahan pertanian, kesulitan memperoleh air irigasi, dan sebagainya...................

    Bertolak dari kalimat tadi, maka perlindungan tanaman merupakan usaha yang sangat tepat untuk meminimalisir kehilangan hasil (yield loss), sebagai salah satu usaha untuk pemenuhan bahan pangan.

    Dengan memahami arti pentingnya Perlindungan Tanaman dan begitu kompleksnya permasalahan yang ada, maka saya berharap semoga Pemerintah dapat lebih memperhatikan (lebih concern) terhadap berbagai hal terkait dengan perlindungan tanaman, baik melalui dana riset yang diperbesar maupun dengan berbagai kebijakan dan regulasi di lapangan, sehingga kekhawatiran seperti yang tertulis dalam paragraf diatas, pada akhirnya dapat diminimalisir ataupun dapat ditiadakan.
    Selain pemerintah, pihak lain seperti perusahaan-perusahaan BUMN maupun Swasta juga diharapkan dapat mendukung terhadap permasalahan Perlindungan Tanaman ini, misal dengan bantuan melalui dana corporate social responsibility.

    Dengan sinergi yang baik antara Pemerintah, Swasta dan pihak-pihak lain, semoga Indonesia dapat berjaya sebagai negara agraris.

    Sekian tanggapan dan harapan saya, mohon maaf atas kekurangan yang ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lain kali, tolong tulisa lebih ringkas dan hanya dalam satu alinea. Jangan menekan Enter setiap mengakhiri satu kalimat, tekan hanya tombol titik.

      Hapus
  8. Terima kasih atas materi yang sudah bapak muat dalam blog ini,dimana kami aakan menambah wawasan lebih mendalam tentang ilmu perlindungan tanaman.

    dari materi yang saya baca,manusia memerlukan tanaman untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,tetapi pada tempat dan waktu yang bersamaan organisasi lain juga memerlukannya.maka manusia harus melakukan upaya untuk melindungi tanaman dari gangguan,kerusakan maupun kematian yang disebabkan oleh organisme lain seperti binatang,jamur,bakteri dan tumbuhan lain.

    sekian komentar saya,mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang menyenangkan.

    BalasHapus
  9. setelah saya membaca materi tersebut, saya ingin bertanya kepada bapak. apakah sudah ada campur tangan dari pemerintah terkait dengan cara bagaimana melindungi tanaman dan mengendalikan organisme penggangu tanaman?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemerintah sudah terlibat dalam perlindungan tanaman, tetapi keterlibatan pemerintah perlu lebih difokuskan pada pemberdayaan petani, bukan hanya dengan memberikan sarana dan prasarana.

      Hapus
  10. saya telah membaca materi di atas dan saya ingin bertanya pada bapak, permasalahan apa yang sering di jumpai oleh petani dalam hal melindungi tanaman dari gangguan hama atu OPT?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua permasalahan yang disebutkan dalam tulisan ini adalah permasalahan yang dihadapi pertani. Tolong baca ulang ...

      Hapus
  11. Terima kasih atas paparan materinya pak.Yang ingin saya tanyakan disini adalah mengapa eksplosi(explesion) atau yang disebut dengan ledakan (outbreak) dapat menguntungkan pertumbuhan populasi OPT? Dan mengapa penggunaan pestisida sembarangan dapat menyebabkan OPT menjadi resistin serta bahan aktif apa yang terkandung di dalam pestisida tersebut sehinnga OPT menjadi resistin? Terima Kasih.

    BalasHapus
  12. Materi Permasalahan dan Pengertian Perlindungan Tanaman ini memberikan banyak pengetahuan untuk saya yakni pengertian perlindungan tanaman itu sendiri dan juga permasalahan mengenai perlindungan tanaman. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk menangani permasalahan tersebut.
    Upaya perlindungan tanaman ditujukan pada jenis-jenis organisme yang merusak,mengganggu kehidupan dan/atau mematikan tanaman. Dikatakan merusak,menggangu kehidupan dan/atau mematikan tanaman dapat ditentukan oleh: a. Jumlahnya,apakah tanaman yang dirusak oleh OPT jumlahnya banyak atau sedikit? b.Kemampuan merusaknya. c. Nilai tanamannya,apakah nilai tanaman yang dirusak oleh OPT bernilai tinggi ataukah tidak?
    Kesimpulan saya Tanaman harus dilindungi dari OPT sehingga dapat memberikan manfaat baik bagi manusia ataupun organisme lainnya.
    Sekian komentar saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. a) Jumlah dalam hal ini adalah jumlah OPT, bukan jumlah tanaman, semakin banyak jumlah OPT maka tanaman menjadi semakin rusak, b) Kemampuan merusak dalam hal ini adalah kemampuan merusak setiap individu OPT yang berbeda-beda bergantung pada jenis OPT, dan c) nilai tanaman dalam hal ini adalah nilai ekonomis, nilai sosial, nilai budaya, dsb., yang berbeda-beda bergantung pada jenis tanaman.

      Hapus
  13. Setelah saya membaca materi di atas dapat di simpulkan bahwa semua makhluk hidup membutukan tanaman untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.adapun berbagai macam OPT yang bisa menyebabkan tanaman tersebut mati dan akan menimbulkan kerugian pada makhluk hidup.
    yang saya ingin tanyakan apakah pemerintah sudah mengatasi berbagai kendala dalam melindungi tanaman dari OPT?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca jawaban terhadap pertanyaan Glen Aviandro ...

      Hapus
  14. perlindungan tanaman bukan semata mata untuk melindungi tapi juga demi kebutuhan manusia akan hasil tanaman akan terus meningkat seiring dengan terus semakin meningkatnya jumlah kebutuhan.Faktor yang juga menjadikan permasalahan perlindungan tanaman menjadi kompleks adalah kenyataan bahwa organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, dan/atau merusakan tanaman terdiri atas berbagai jenis yang kemampuannya untuk menyebabkan kehilangan hasil sangat beragam. hal ini dapat menyebabkan kerusakan tanman yang cukup parah. perlu ada campur tangan pemerintah dalam menangani permasalahan tersebut.

    BalasHapus
  15. Berbagai upaya telah dilakukan untuk melindungi tanaman dari gangguan, kerusakan, maupun kematian yang disebabkan oleh organisme telah dilakukan. upaya ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. pertanyaan saya sejauh mana peran pemerintah dalam mengupaya perlindungan tanaman?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca jawaban terhadap Glen Aviandro ...

      Hapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Terima kasih pak,atas materi yang telah dipaparkan. Yang mau saya tanyakan, upaya apa saja yang sudah dilakukan untuk melindungi tanaman dari gangguan, kerusakan maupun kematian yang disebabkan oleh organisme lain? dan apakah upaya tersebut sudah berhasil atau masih gagal? Terima kasih pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Upaya untuk melindungi tanaman dari kerusakan oleh OPT akan dijelaskan pada tulisan-tulisan selanjutnya ... Upaya perlindungan tanaman dapat berhasil atau tidak berhasil, bergantung pada banyak faktor yang akan dijelaskan pada tulisan-tulisan selanjutnya ...

      Hapus
  18. dari materi yang sya baca dan pahami, tanaman membutuhkan perlindungan yang optimal maka sya berharap agar pemerintah dapat lebih memperhatiakn masyarakat, agar masyarakat lebih memperhatikan bagaimana cara menggunakan pestisida dengan baik dan bebar

    BalasHapus
  19. setelah saya membaca materi diatas saya ingin bertanya kepada bapak,bagaimana upaya pemerintah dalam membantu para petani untuk mengatsi gangguan,krusakan,dan kematian tanaman yang disebabkan oleh organisme lain.sekain dan terima kasih

    BalasHapus
  20. Masalah yang di hadapi bidang perlindungan tanaman di indonesia sangat rumit dan dinamis,tidak dapat di lepaskan dari berbagai masalah yang di hadapi oleh sistim yang lebih besar yaitu sistem perlindungan tanaman selalu berubah dan berkembang.
    Kebutuhan manusia akan hasil tanaman terus meningkat seiring dengan terus meningkatnya jumlah penduduk dunia.Upaya untuk mencukupi kebutuhan pangan tersebut akan menjadi semakin sulit mengigat berbagai jenis organisme lain menyebabkan produksi tanaman pangan yang benar-benar dapat di capai akan senantiasa lebih rendah dari pada yang seharusnya.
    Oleh karna itu masalah perlindungan tanaman tidak dapat di lihat dan di selesaikan hanya dari aspek ilmu dan teknologi,tetapi di selesaikan secara hilistik melibatkan semua pihak trkait(stakeholder),lintas sektor dan harus terpadu

    BalasHapus
  21. saya telah membaca materi di atas dan kemudian timbul pertanyaan di benak saya. dalam satu lingkungan tanaman, terdapat banyak organisme yang hidup di situ( organisme yang merugikan dan organisme yang bisa menguntungkan tanaman tersebut). Jika petani menggunakan pestisida untuk memberantas organisme penggangu, apakah secara tidak sadar dapat membunuh organisme yang tidak merugikan tanaman tersebut?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bergantung pada karakteristik pestisida yang digunakan, apakah berspektrum luas (membunuh apa saja) atau berspektrum sempit (hanya membunuh jenis OPT tertentu saja). Bila menggunakan pestisida berspektrum luas maka dapat membunuh apa saja, termasuk organisme yang bermanfaat seperti lebah dan tawon penyerbuk, dsb.

      Hapus
  22. setelah membaca blog ini, saya ingin bertanya kepada Bapak, apakah dengan adanya peningkatan jumlah penduduk menjadi salah satu faktor penunjang bagi petani dalam hal untuk melindungi tanamannya?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena jumlah penduduk meningkat maka kebutuhan akan pangan, sandang, dan papan juga dengan sendirinya meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat tersebut berarti produksi harus tetap tinggi. Untuk menjaga agar produksi bisa tetap tinggi maka kehilangan hasil yang timbul karena kerusakan tanaman oleh OPT harus dikurangi.

      Hapus
  23. setelah saya membaca blog ini, saya dapat memahami bagaimana cara menghadapi berbagai organisme yang dapat merusak tanaman. Tetapi yang ingin saya tanyakan apakah upaya pemerintah dalam membantu para petani untuk membasmi hama pada tanaman?
    terimakasih

    BalasHapus
  24. setelah saya membaca blog ini,ada bebrapa hal yang membuat saya tidak mengerti yaitu selain binatang,jamur,bakteri,dan virus yang memperoleh status sebagai OPT adapun organisme tertentu yang bisa mengganggu atau merusak kehidupan tanaman dengan menjadi perantara penularan bagi organisme lain yang lebih merusak seperti wereng coklat.
    yang saya ingin tanyakan seperti apakah wereng coklat dan bagaimana cara mengatasi wereng coklat tersebut?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti apa wereng coklat akan dibahas pada tulisan berikutnya. Bila penasaran, silahkan lakukan pencarian dengan Google dengan mengetikkan wereng coklat atau brown planthopper.

      Hapus
  25. dari materi diatas saya ingin bertanya,apa tindakan pemerintah setempat kepada masyarakat petani mengenai turunnya hasil produksi usaha petani akibat serangan hama penakit.

    BalasHapus
  26. perlindungan tanaman perlu di lakukan untuk memperoleh hasil produksi yang maksimal. tetapi yang menjadi permasalahan di sini adalah, OPT yang di kendalikan ini juga memerlukan makanan untuk kelangsungan hidupnya. dengan demikian, materi yang di paparkan ini sangat bermanfaat dalam hal bagaimana caranya mengatasi OPT tersebut bukan dengan cara memberantas, melainkan mengendalikan OPT tersebut. sehingga OPT tersebut tidak punah.
    yang menjadi pertanyaan saya adalah, bagaimana mengendalikan OPT tersebut, apabila OPT tersebut merupakan manusia sendiri ? apakah pengendalian OPT perlu di berlakukan untuk manusia juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Organisme yang dapat berstatus sebagai OPT berkembang biak sangat cepat sehingga kemungkinan untuk punah sangat kecil. Pengendalian OPT dilakukan untuk kepentingan manusia karena OPT merusakkan tanaman. Bila yang menjadi OPT adalah manusia maka cara mengendalikannya adalah dengan menegur dan bila dengan menegur tidak diperhatikan maka dilaporkan saja kepada polisi sebagai pencuri.

      Hapus
  27. Setelah saya membaca blog bapak ini, saya menyimpulkan bahwa tanaman sangatlah penting bagi makhluk hidup. Tanpa tanaman makhluk hidup tidak akan bisa hidup. Kaerena itu kita sebagai manusia haruslah menjaga dan memperhatikan tumbuh kembangnya tanaman bukan malah menjadi organisme pengganggu atau perusak tanaman.
    Terimakasih

    BalasHapus
  28. seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan penduduk di duniapun semakin meningkat, sehingga kebutuhan manusia akan bahan pangan akan semakin meningkat pula. oleh karena itu kita perlu melindungi tanaman dari gangguan hama dan penyakit dan juga dari pencurian oleh manusia dan kerusakan oleh hewan, serangga,dll. namun ada berbagai masalah yang timbul dari berbagai faktor seperti seperti keterbatasan lahan,kesulitan memperoleh air irigasi, dan pengetahuan akan perlunya perlindungan tanaman sangat minim sekali.oleh karna itu perlu adanya campur tangan pemerintah dan masyarakat untuk pengendalian hama dan penyakit serta kerusakan secara terpadu.
    yang ingin saya tanyakan kepada bapak, peran pemerintah dalam perlindungan tamanan itu seperti apa? dan maksud dari intensifikasi pertanian sebagai bagian dari revolusi hijau apa?
    munkin hanya ini yang dapat sya tanyakan kepada bapak.
    terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk pertanyaan pertama, baca jawaban terhadap Glen Aviandro. Untuk pertanyaan kedua, lakukan pencarian pada Google dengan mengetikkan intensifikasi pertanian dan sesudah membaca hasilnya, kembali melakukan pencarian dengan mengetikkan revolusi hijau. Terlalu panjang untuk saya jawab di sini.

      Hapus
  29. setelah saya membaca materinya.

    saya ingin bertanya apakah Sudan ada campur tangan prmerintah yang berkaitan dengan bagaimana cara melindungi tanaman dan mengendalikan organisme penganggu tanaman tanaman...

    terimakasih

    BalasHapus
  30. setelah saya membaca materinya.

    saya ingin bertanya apakah Sudan ada campur tangan prmerintah yang berkaitan dengan bagaimana cara melindungi tanaman dan mengendalikan organisme penganggu tanaman tanaman...

    terimakasih

    BalasHapus
  31. Selamat Siang,
    Setelah materi di atas saya baca, saya ingin bertanya tentang bagaimana cara pemerintah agar di tahun-tahun yang mendatang jumlah tanaman yang di konsumsi setara dengan jumlah penduduk, sebab jumlah penduduk akan lebih cepat meningkat dari pada jumlah tanaman yang di konsumsi .

    BalasHapus
  32. setelah saya membaca materinya..yang ingin saya tanyakan adalah.

    Mengapa OPT tidak disebut sebagai status obyektif melainkan subyektif

    BalasHapus
  33. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  34. dalam tulisan bapak di atas pada alinea ketiga di paragraf kedua tentang produksi yang benar-benar dapat dicapai tetap saja lebih rendah daripada produksi yang seharusnya. yang menjadi pertanyaan saya adalah mengapa produksi yang ingin dicapai tetap lebih rendah daripada produksi yang seharusnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halooo ... kalau tanaman dirusak oleh OPT maka kemampuan produksinya berkurang sehingga produksinya menjadi lebih rendah. Atau mungkin mahasiswa lainnya bisa membantu menjawab?

      Hapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  36. Menurut yang saya baca ditulisan bapak saya mengkutip bahwa Manusia memerlukan tanaman untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, tetapi pada tempat dan waktu yang bersamaan berbagai jenis organisme lain juga memerlukan tanaman untuk tujuan yang sama. Hal ini menyebabkan manusia menjadi merasa dirugikan dan oleh karena itu perlu melakukan berbagai upaya agar tanamannya tidak diganggu, dirusak, atau bahkan dimatikan oleh organisme lain. Akan tetapi permasalahan perlindungan tanaman timbul bukan sekedar karena gangguan, kerusakan, atau kematian tanaman yang disebabkan oleh organisme lain tersebut merugikan manusia, tetapi juga karena gangguan, kerusakan, dan kematian tanaman oleh organisme lain tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor dan untuk melakukan upaya yang diperlukan untuk melindungi tanaman menghadapi berbagai kendala. Tanaman, sebagaimana juga organisme lain yang mengganggu kehidupan, merusak, dan/atau menyebabkan kematiannya, dan juga manusia sendiri, merupakan bagian dari ekosistem (ecosystem) yang saling berkaitan dengan berbagai jenis organisme lain melalui jejaring makanan (food web).

    BalasHapus
  37. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  38. Arti dari perlindungan tanaman timbul bukan sekedar karena gangguan,kerusakan atau kematian tanaman yang disebabkan oleh organisme lain tetapi di pengaruhi oleh berbagai faktor.
    Tanaman,sebagaimana juga organisme lain yang mengganggu kehidupan,merusak dan/atau menyebabkan kematiannya. dan juga manusia sendiri merupakan bagian dari ekosistem (ecosystem) yang saling berkaitan dengan berbagai jenis organisme lain melalui jaringan makanan (food web). Upaya perlindungan tanaman di tujukan terhadap jenis-jenis organisme yang merusak,mengganggu kehidupan,dan/atau mematikan tanaman pada akhirnya bukan hanya berdampak pada organisme tersebut tetapi pada organisme lain juga.
    Berbagai upaya yang telah di lakukan untuk melindungi tanaman dari gangguan,kerusakan,maupun kematian yang disebabkan oleh organisme lain yang terdiri dari golongan binatang,jamur dan bakteri,virus dan tumbuhan lain.meskipun demikian produksi yang di capai tetap saja lebih rendah dari pada produksi yang seharusnya.
    yang ingin saya tanyakan kepada bapak yaitu faktor apa saja yang menyebabkan perlindungan tanaman tidak optimal?
    terima kasih

    BalasHapus
  39. dari materi yang saya baca dapat saya simpulkan bahwa, manusia sangat memerlukan tanaman untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. tetapi pada umumnya tanaman ini juga sangat di buthkan oleh organisme lain. akan tetapi manusia merasa dirugikan sehingga manusia mengupayakan agar tanaman tidak di ganggu oleh organisme lain. dari upaya perlindungan tanaman yang tujukan terhadap jenis-jenis organisme yang merusak atau mengganggu atau merusak tanaman. tetapi pada umumnya justru organisme yang lain bermanfaat bagi manusia.

    BalasHapus
  40. Terima kasih kepada mahasiswa yang telah menyampaikan komentar atau pertanyaan. Ajukan pertanyaan sesuai dengan topik tulisan. Ketik seluruh komentar dan pertanyaan dalam satu alinea dengan cara jangan menekan tombol Enter. Akhiri kalimat berita dengan tanda titik dan kalimat tanya dengan tanda tanya untuk menghargai guru Bahasa Indonesia Anda ketika di SD, SMP, dan SMA/SMK. Kasihan guru Bahasa Indonesia Anda harus menanggung malu karena ternyata sesudah menjadi mahasiswa pun Anda tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

    BalasHapus
  41. Setelah saya membaca blog bapak di atas saya menyimpulkan bahwa, tanaman merupakan kebutuhan pokok dari semua makhluk hidup. Karena demikian sampai saat ini tanaman merupakan masalah yang sangat sulit untuk diatasi. Harapan dari saya agar sebaiknya pemerintah cepat menyelesaikan atau mengatasi masalah peelindungan tanaman.

    BalasHapus
  42. Setelah saya membaca materi bapak, saya mau bertanya bagaimanakah caranya agar OPT seperti ternak liar dapat diatasi? Terimakasih bapak & mohon maaf jika ada kesalahan.

    BalasHapus
  43. Masalah yang dihadapi oleh bidang perlindungan tanaman di Indonesia sangat rumit dan dinamis, tidak dapat dilepaskan dari berbagai masalah yang dihadapi oleh sostem yang lebih besar, yaitu sistem pembangunan pertanian dan pembangunan nasional pada umumnya. Berbagai faktor strategis yang mempengaruhi sistem perlindungan tanaman selalu berubah dan berkembang. Faktor-faktor tersebut dapat berada dalam sistem maupun di luaar sistem perlindungan tanaman. Permasalahan yang tidak dihadapai tidak dapat dibatasi oleh batas administrasi dan negara. Apa yang terjadi di dalam negeri tidak dapat dilepaskan dari perkembangan yang terjadi ditingkaat internasional. Masalah perlindungan tanaman tidak dapat dilihat dan diselesaikan hanya dari aspek ilmu dan teknologi, apalagi hanya dari ilmu-ilmu pendukung perlindungan tanaman, tetapi harus dilihat secara mengeluruh atau secara komprehensif. Cara penyelesaian masalah perlindungan tanaman harus dilakukan secara hilistik melibatkan semua pihak terkait, lintas sektor, dan harus terpadu. Pengalaman dari sejaran perlindungan tanaman di Indonesia menunjukkan betapa rumit dan dinamisnya permasalahan perlindungan tanaman yang kita hadapi.
    Secara internal akan dievaluasi berbagai kekuatan dan kelemahan yang kita miliki dan hadapi selama ini. Secara eksternal akan dibahas berbagai peluang yang terbuka dan ancaman yang sedang dihadapi oleh bidang perlindungan tanaman.

    BalasHapus
  44. apa ada cara lain untuk mengendalikan OPT selain menggunakan pestisida??? sekian pertanyaan dari sya bapak.

    BalasHapus
  45. Setelah saya membaca materi ini, Ada yang saya ingin tanyakan seputar Eksplosi (explosion) atau juga ledakan (outbreak). Apabila petani melakukan Pembudidayaan satu jenis tanaman dalam areal yang luas secara monokultur dan terus menerus disertai dengan pemupukan dalam dosis tinggi serta penggunaan pestisida berlebihan yang mengakibatkan OPT resisten terhadap pestisida. Faktor tersebut malah menyababkan terjadinya eksplosi yang juga dikenal dengan ledakan. Pertanyaan saya apabila sudah terjadi eksplosi dengan kondisi OPT sudah resisten terhadap pestisida kira kira langkah apa yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi ledakan OPT ini? Terima Kasih

    BalasHapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  47. Setelah saya membaca artikel ini dapat disimpulkan bahwa tanaman merupakan bagian dari ekosistem yang saling berkaitan dengan berbagai jenis organisme lain melalui jejaring makanan. Manusia memerlukan tanaman tetapi pada tempat dan waktu oleh karena itu perlu melakukan upaya agar tanaman tidak diganggu, di rusak atau bahkan dimatikan oleh organisme lain. Sekalipun tanpa gangguan kerusakan dan kematian tanaman yang disebabkan oleh organisme lain, kebutuhan bahan pangan tersebut sulit dapat dipenuhi karena adanya keterbatasan lahan,konversi lahan pertanian, kesulitan memperoleh air irigasi dan bahkan konversi bahan pangan menjadi bahan bakar hayati berbagai upaya sudah di lakukan meskipun demikian produksi yang benar benar dapat di capai tetap saja lebih rendah daripada produksi yang seharusnya organisme lain bersatu sebagai hama dalam arti luas atau sebagai OPT bukan karena bawaan atau karena kelahiran melainkan karena keadaan. Yang saya ingin tanyakan bahwa apa upaya untuk mencegah kerugian pada budidaya tanaman yang di akibatkan oleh organisme penganggu tumbuhan ?

    BalasHapus
  48. Dengan berjalannya waktu dari tahun ke tahun kebutuhan manusia akan bertambah 2kali lipat dari yang di tentukan.Perlindungan terhadap tumbuhan yang di tanam sudah dilakukan dari gangguan,kerusakan,yang akan menyebabkan produksi tanaman menurun.Adanya OPT masih belum ampuh dalam mengatasi masalah ini,yang ingin sya tanyakan: Apakah bisa dengan cara lain menangulangi masalah ini misalnya kita menanam tumbuhan atau tanaman lain yang tidak dpaat di rusak oleh hama atau organisme yang sma? Terima kasih.

    BalasHapus
  49. Budidya tanaman yang padat teknologi di negara-negara maju,bukan hanya dapat membuat kondisi di lingkungan menjadi lebih sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.Dengan adanya OPT bisa mencegah adanya kerusakan tanaman yang terjadi. Yang ingin sya tanyakan: apakah yang dilakukan pemerintah sudah membudidyakan tanaman yang akan teracam punah karena kerusakan yang terjadi?

    BalasHapus
  50. Budidya tanaman yang padat teknologi di negara-negara maju,bukan hanya dapat membuat kondisi di lingkungan menjadi lebih sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.Dengan adanya OPT bisa mencegah adanya kerusakan tanaman yang terjadi. Yang ingin sya tanyakan: apakah yang dilakukan pemerintah sudah membudidyakan tanaman yang akan teracam punah karena kerusakan yang terjadi?

    BalasHapus
  51. Yang saya baca materi di atas
    Bahas pengendalian dengan pestisida saja
    Apakah tidak ada pengendalian lain selain pengendalian dengan pestisida???

    BalasHapus
  52. Perlindungan tanaman dapat dilaksanakan melalui kegiatan berupa a)pencegahan masuk atau keluar, b)pengendalian OPT, c)eradikasi OPT. saya ingin mengaitkan sedikit tentang plasma nutfah dengan kegiatan perlindungan tanaman. karena plasma nutfah merupakan koleksi sumberdaya genetik yang berupa keanekaragaman tumbuhan, dan plasma nutfah juga merupakan sumber gen yang berguna bagi perbaikan tanaman seperti gen untuk ketahanan terhadap penyakit, serangga, dan gulma. selain itu plasma nutfah juga merupakan sumber gen yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas hasil tanaman seperti kandungan nutrisi yang lebih baik. yang ingin saya tanyakan apakah plasma nutfah juga merupakan salah satu kegiatan perlindungan tanaman pada bagian pengendalian OPT? Terimakasih.

    BalasHapus
  53. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  54. Dari paparan materi di atas,Saya mengambil kesimpulan bahwa,penyebab kerusakan tanaman,di sebabkan oleh OPT dan kelalaian petani dalam mengatasi kerusakan tanaman oleh OPT dan juga ketidakefektivan dalam mengunakan persediaan yang di siapkan oleh pemerintah.
    Yang ingin saya tanyakan; Apakah dampak kerusakan tanaman oleh OPT,Berdampak pada tanaman yang kita budidayakan,ataukah berdampak pula pada alam dan lingkungan sebagai syarat tumbuh suatu tanaman?.
    Terimakasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau menurut saya OPT bukan hanya mengganggu tanaman yang di budidayakan saja tapi juga bisa mengganggu tumbuhan di lingkungan sekitar .Terimah kasih

      Hapus
    2. dari paparan materi di atas, yang saya ingin tanyakan ialah apakah dalam suatu lahan yang di tanamai tanaman. apakah permasalah OPT dapat di tanggani dengan penekan gulma saja atau ada cara lain?
      Terimah Kasih

      Hapus
    3. dari paparan materi di atas, yang saya ingin tanyakan ialah apakah dalam suatu lahan yang di tanamai tanaman. apakah permasalah OPT dapat di tanggani dengan penekan gulma saja atau ada cara lain?
      Terimah Kasih

      Hapus
  55. Seperti yang di ketahui bahwa kebutuhan manusia akan hasil tanaman akan terus meningkat seiring dengan terus semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia.
    Penduduk yang terus meningkat, di sertai dengan perubahan pola konsumsi penduduk negara-negara maju ke arah bahan pangan yang lebih berkualitas dan kebutuhan biji-bijian sebagai bahan pakan untuk memenuhi kebutuhan pangan berkualitas tersebut, akan menyebabkan kebutuhan bahan pangan terus meningkat lebih dari dua kali dari yang di butuhkan saat ini. Sekalipun tanpa gangguan, kerusakan, dan kematian tanaman yang di sebabkan oleh organisme lain, kebutuhan bahan pangan tersebut sulit dapat di penuhi karena berbagai faktor, di antaranya keterbatasan lahan, konversi lahan pertanian, kesulitan memperoleh air irigasi, dan sebagainya. Sehingga upaya untuk mencukupi kebutuhan pangan akan semakin sulit, karena kebutuhan akan hasil pangan tersebut yang terus meningkat. Yang ingin saya tanyakan adalah solusi atau cara apa yang di gunakan agar dapat mengatasi kesulitan tersebut terkait dengan faktor yang ada? Terimakasih.

    BalasHapus
  56. APAKAH TIDAK ADA PENGANDALIAN LAIN UANTUK MEMBASMI OPT

    BalasHapus
  57. dijelaskan bahwa,sedangkan dengan perlindungan tanaman kehilangan hasil tertinggi di sebabkan oleh virus jadi pertanyaannya adalah apakah tidak cara atau obat yang bisa di gunakan untuk mengatasi atau mengurangi tingkat kehilangan hasil

    pada saat tanaman tidak tersedia, gulma menjadi tempat bertahan organisme pengganggu tertentu.sehingga pada musim tanam berikut,organisme pengganggu yang bertahan menjadi sumber penular terhadap tanaman yang di budidayakan, yang ingin saya tanyakan disini adalah cara atau teknik yang harus digunakan agar bisa memutuskan siklus hidup dari organisme pengganggu secara tepat

    BalasHapus
  58. Kepentingan manusia terhadap jenis tanaman yang dirusak oleh jenis organisme yang bersangkutan, kepentingan manusia terhadap setiap jenis tanaman juga tidak sama sehingga kerusakan yang terjadi pada satu jenis tanaman dan pada jenis tanaman lain, meskipun keparahannya sama, tidak akan bernilai sama.oganisme apa saja yang menyerang tanaman tersebut.

    BalasHapus
  59. Tumbuhan merupakan sumber pangan bagi manusia.seiring berjalannya dengan perkembangan zaman yang semakin gari semakin maju dan jumlah penduduknyapun semakin hari semakin bertambah maka kebutuhan akan pangan pun semakin meningkat.Oleh karena itu,kita harus melakukan perlindungan tanaman,agar mendapatkan kualitas dan kuantitas tanaman yang baik.Ada banyak serkali faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman seperti hama,penyakit,dan gulma. maka dari itu kita membutuhkan pestisida untuk membasmi hama,penyakit,dan gulma tersebut.selain 3 faktor tersebut ada juga masalah lainnya yaitu seperti minimnya pengetahuan tentang perlindungan tanaman,ketersediian lahan yang terbatas,dan kesulitan air irigasi,oleh sebab itu sangat d butuhkan peran yang fokus dari pemerintah agar kesediin pangan tetap terjaga.

    BalasHapus
  60. Berbagai upaya telah dilakukan untuk melindungi tanaman dari gangguan,kerusakan,maupun dari kematian yang disebabkan oleh organisme lain yang terdiri atas gulma,patogen,dan golongan binatang.Kehilangan hasil besar yang disebabkan oleh organisme dapat terjadi karena berbagai faktor sehingga menurunkan hasil produksi tanaman.Adaikah upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi masalah turunnya hasil produksi tanaman?

    BalasHapus
  61. faktor faktor yang bisa menanggulangi opt

    BalasHapus
  62. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  63. menjadi perantara penularan organisme lain,yang lebih merusak.organisme tertentu merusak atau mengganggu kehidupan tanaman dengan menjadi perantara penularan bagi organisme lain yang lebih merusak,contohnya wereng cokelat,menyebabkan kerusakan langsung yang kurang berarti dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh virus penyebab penyakit tungro yang ditularkan.
    pertanyaannya adalah:Bagaimana cara mencegah Virus penyebab penyakit tungro.

    BalasHapus
  64. kebutuhan manusia akan hasil tanaman akan semakin meningkat seiring dengan terus meningkatnya jumlah penduduk dunia.Perlindungan tanaman mungkin berawal dari adanya organisme pengganggu tumbuhan dan semakin banyaknya jumlah tanaman yang di butuhkan sehingga dibutuhkan upaya untuk mengatasi permasalahan perlindungan tanaman,supaya bisa mengatasi kebutuhan yang di perlukan dan mendapatkan hasil yang banyak.Terima kasih.

    BalasHapus
  65. Epifanius Aci17 Maret 2017 20.18

    seperti yang saya telah baca diatas tadi, ada suatu teori yang mengatakan bahwa ada organisme yang menguntungkan dan ada organisme yang merugikan. yang saya mau tanyakan disini bagaimana kita membedakan antara organisme yang menguntungkan dan yang merugikan serta apakah penggunaan pestisida hanya untuk mematikan organisme yang merugikan saja atau tidak?

    BalasHapus
  66. Libertus wandi17 Maret 2017 20.26

    seperti apakah ciri-ciri pangan yang berkualitas sementara begitu banyak organisme yang mengganggu tanaman sejak tanaman itu mulai tumbuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ciri-ciri bahan makanan yang baik
      Makanan nabati (berasal dari tumbuhan)
      a. Buah-buahan
      1). Keadaan fisiknya baik, isinya penuh, kulit utuh , tidak rusak atau kotor.
      2). Isi masih terbungkus kulit dengan baik.
      3). Warna sesuai dengan bawaannya, tidak ada warna tambahan, warna buatan (karbitan) dan warna lain selain warna buah.
      4). Tidak berbau busuk, bau asam/basi atau bau yang tidak segar lainnya.
      5). Tidak ada cairan lain selain getah aslinya.
      6). Terdapat lapisan pelindung alam.
      7). Bebas residu pestisida

      b. Sayuran
      1). Daun, buah atau umbi dalam keadaan segar, utuh dan tidak layu.
      2). Kulit buah atau umbi utuh dan tidak rusak/pecah.
      3). Tidak ada bekas gigitan hewan, serangga atau manusia.
      4). Tidak ada bagian tubuh buah yang ternoda atau berubah warnanya.
      5). Bebas dari tanah atau kotoran lainnya.
      6). Bebas residu pestisida


      c. Biji-bijian
      1). Kering, isi penuh ( tidak keriput dan warna mengkilap).
      2). Permukaannya baik, tidak ada noda karena rusak, jamur atau kotoran selain warna aslinya.
      3). Biji tidak berlubang-lubang.
      4). Tidak tercium bau lain selain bau khas biji yang bersangkutan.
      5). Tidak tumbuh kecambah, tunas kecuali dikehendaki untuk itu (touge).
      6). Biji yang masih baik akan tenggelam bila dimasukkan ke dalam air.
      7). Tidak tercemar oleh bahan kimia yang dilarang baik dalam proses maupun buat diedarkan

      Hapus
    2. Saya ingin menambahkan sedikit dari pernyataan sodarah steven di atas, sebenarnya untuk mendapatkan pangan yang baik, bergantung pada bagaimana cara kita mengelolah tanaman yang kita budidayakan. salah satunya dalam hal mengatasi organisme pengganggu tanaman
      Thanks

      Hapus
  67. Ignasius A. Su17 Maret 2017 20.32

    Pada saat manakah yang paling tepat untuk mengendalikan OPT sehigga memperoleh hasil yang maksimal?

    BalasHapus
  68. sejauh manakah pertahanan tanaman yang memiliki sistem ketahanan tinggi terhadap opt bakteri jika yang mengganggu merupakan opt bakteri yang berdaya rusak tinggi?

    BalasHapus
  69. Uraian di atas mencakup hanya tanaman pangan, belum kelompok tanaman lain seperti tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan yang diperlukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia lainnya di luar kebutuhan pangan. Kehilangan hasil pada berbagai kelompk tanaman lain tersebut juga tidak jauh berbeda, bahkan mungkin lebih besar. Kehilangan hasil besar yang disebabkan oleh organisme yang merusak, mengganggu kehidupan, dan atau mematikan tanaman dapat terjadi karena berbagai faktor yang berkaitan dengan budidaya tanaman sendiri, dengan organisme perusak, pengganggu kehidupan, dan atau penyebab kematian tanaman, maupun dengan upaya perlindungan tanaman yang perlu dilakukan. Budidaya tanaman sendiri masih dilakukan secara ekstensif dan manual di negara-negara sedang berkembang sampai secara sangat intensif dan mekanis di negara-negara maju.

    BalasHapus
  70. Dari materi di atas, apa saja intensifikasih pertanian yang di publikasikan dalam masyarakat?

    BalasHapus
  71. Trimaksih untuk materi yang sudah bapak berikan. Materi ini sangat bermanfaat bagi saya dalam menambah wawasan saya tentang permasalahan dan pengertian perlindungan tanaman. Pada materi diatas dijelaskan bahwa berbagai jenis binatang, jamur, bakteri dan virus dapat memperoleh status sebagai OPT melalui berbagai cara yang menyebabkan kehilangan hasil, salah satunya dapat menjadi tempat bertahan dan sumber penularan. Yang ingin saya tanyakan apakah ada cara yang lebih efisien dalam mengurangi dan mengendalikan hama tersebut ? karena menurut saya jika hama tersebut terus bertahan dan dapat menjadi tempat penularan maka kita kan terus mengalami kekurangan hasil akibat hama tersebut. Mohon penjelasannya.

    BalasHapus
  72. terimakasih pak atas artikelnya. setelah saya membaca uraian tentang permasalahan perlindungan tanaman di atas. saya mau bertanya, apakah permasalahan perlindungan tanaman ini bisa diatasi misalnya dengan memanfaatkan rumah kaca sebagai tempat untuk budidaya tanaman?

    BalasHapus
  73. Dalam upaya untuk mencegah kerugian pada budidaya tanaman yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tumbuhan,manusia sangatlah membutuhkan perlindungan tanaman untuk mencegaah masuknya opt pada tanaman,agar tanaman yang ada terbebas dari hama penyakit.karena manusia sangat membutuhkan tanaman untuk memenuhi kebutuhan hidupnya begitu pun organisme.

    BalasHapus
  74. setelah membaca paparan diatas apakah ada faktor-faktor lain yang menyerang gulma selain dari faktor-faktor yang tertera diatas ?misalnya unsur-unsur yang ada pada tanah yang dapat menyebabkan penghambat pertumbuhan tanaman.banyak hama penyakit yang menyerang tanaman gulma seperti terjadi kerusakan pada batang,daun,serta menimbulkan serbu putih yang terdapat pada tanaman tersebut.terima kasih

    BalasHapus
  75. Manusia memerlukan tanamn untuk memnuhi berbagai kebutuhannya,tetapi pada tempat dan waktu yang sama organisme juga memerlukan tanaman untuk tujuan yang sama.akan tetapi,kehadiran organisme ini dapat menyebabkan kerugian sehingga perlu adanya perlintan yang ditujukan terhadap jenis2 organisme yn merusak tanaman tpi upaya tsb dapat berdampak pd organisme lain yn bermanfaat bagi tanaman.yang mau sy tanyakan adalah bagaimana cara petani untuk membedakan organisme sbagai pengganggu tanaman dan organisme yn bermanfaat bagi tanaman sehingga dalam upaya pengendaliannya tdk menimbulkan kerugian bagi petani??

    BalasHapus
  76. Dari materi di atas saya ingin bertanya faktor apa saja yang menjadikan perlintan di katakan sebagai organisme yang dapat merusak,mengganggu kehidupan,dan merusak tanaman?.Terima kasih

    BalasHapus
  77. mengapa pelaksanaan perlindungan tanaman menjadi tanggungjawab masyarakat dan pemerintah?terima kasih

    BalasHapus
  78. setelah saya membaca materi diatas saya mengetahui bahwa masalah kerusakan pada tanaman sebenarnya disebabkan oleh kelalaian dari petani juga, hanya saja ada organisne pengganggu tanaman yang tidak dimengerti oleh para petani. sangat baik jika pemerintah memberikan arahan yang bisa mempermudah para petani, tidak perlu harus dengan bahan - bahan kimia yang mempunyai efek samping.

    BalasHapus
  79. Ingracia manehat31 Maret 2017 14.10

    kira-kira selain OPT masalah lain yang ditimbulkan adalah manusia...apakah masalah-masalah yang ditimbulkan oleh manusia tersebut dalam pertumbuhan tanaman?

    BalasHapus
  80. Dari materi diatas dibahas bahwa perlindungan tanaman ini mengunakan pestisida untuk membunuh OPT atau organisme penggangu tanaman, yg ingin saya mau tanyakan apakah hanya mengunakan pestisida saja untuk membunuh OPT atau ada obat lain untuk membunuh OPT atau organisme penggangu tanaman ini, Terima kasih

    BalasHapus
  81. KABAR BAIK

    Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Zara, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 400 juta rupiah (Rp400.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Zaradam@yahoo.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus

Untuk mengomentari tayangan ini, silahkan tulis dan poskan di bawah ini ...

Daftar Istilah

A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y,
Z, daftar istilah entomologi dari EartLife