Halaman Aktif

Selamat Datang

Belajar Perlindungan Tanaman adalah blog baru yang sedang dibuat untuk mendukung mahasiswa Faperta Undana mempelajari mata kuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Pada saat ini blog belum selesai dikerjakan sehingga hanya menyedaiakan fitur layanan secara terbatas. Silahkan kunjungi blog lama untuk memperoleh informasi mengenai fitur layanan yang akan diberikan melalui blog baru ini. Bila Anda adalah mahasiswa peserta mata kuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman semester genap Tahun Ajaran 2018/2019, Anda wajib membaca materi sebelum mengikuti kuliah dan menyampaikan komentar dan/atau pertanyaan singkat di dalam kotak komentar di bawah setiap tulisan. Baca tanggal tenggat penyampaian komentar di bagian bawah setiap materi kuliah.

Pemberitahuan

Diberitahukan bahwa pada Jumat, 8 Maret 2019, dosen Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D. tidak dapat hadir memberikan kuliah tatap muka karena bertugas ke luar kota. Kuliah dengan materi 2.3. Berbagai Jenis OPT Golongan Gulma, Tumbuhan Parasitik, dan Tumbuhan Invasif akan diberikan oleh dosen Ibu Ethin Namas, SP, MSi. Mahasiswa diminta mengikuti perkuliahan dan menyampaikan komentar dan/atau pertanyaan mengenai materi kuliah selambat-lambatnya pada Jumat, 15 Maret 2019. Mahasiswa yang tidak menyampaikan komentar dan/atau pertanyaan melewakti batas waktu tersebut tidak akan memperoleh nilai softskill.

Senin, 26 Maret 2012

Serangga Tomcat yang Menghebohkan

Print Friendly and PDF
Binatang menghebohkan yang dinamakan tomcat sebenarnya adalah binatang golongan kumbang (Coleoptera) yang merupakan anggota keluarga besar serangga (Insecta). Nama ‘tomcat’ merupakan nama yang diberikan oleh kalangan awam, sedangkan nama umumnya adalah kumbang rove (rove beetle). Kumbang ini juga dikenal dengan nama semut semai atau semut kayap, meskipun sebenarnya bukan termasuk golongan semut. Kumbang ini terdiri atas banyak spesies (jenis), satu di antaranya adalah Paederus littoralis yang sekarang sedang menghebohkan. Jenis lainnya adalah Tachyporus obtusus, Staphylinus olens, dan Ocypus sp. Kumbang ini dapat hidup dan berkembang biak pada berbagai jenis habitat, tetapi terutama menyukai habitat yang lembab seperti halnya sawah.

Kumbang tomcat Paederus littoralis
Kumbang tomcat Tachyporus obtusus
Kumbang tomcat Staphylinus olens
Kumbang tomcat Ocypus sp.
Sejatinya, kumbang tomcat ini merupakan sahabat petani karena merupakan predator bagi wereng, salah satu hama yang menjadi musuh utama para petani. Akhir-akhir ini populasi kumbang tomcat meningkat, mungkin karena pengaruh faktor cuaca yang lembab. Karena populasinya meningkat maka sebagian terdesak keluar dari habitat aslinya (di sawah) dan masuk ke kawasan perkotaan dalam jumlah besar. Bagi orang kota yang kurang mengenal serangga maka kemunculan serangga ini menjadi menghebohkan. Kehebohan semakin menjadi-jadi karena pemberitaan mengenai kumbang tomcat dilakukan tanpa mewawancarai narasumber yang berkompeten dan tanpa menggunakan rujukan yang jelas.

Mengingat merupakan keluarga besar maka kumbang tomcat mempunyai bentuk dan ukuran tubuh yang sangat bervariasi. Bentuk tubuhnya pada umumnya memanjang, kurang mirip dengan bentuk kumbang yang pada umumnya bulat. Selain itu, sayapnya sangat pendek sehingga tidak menutup sebagian besar bagian perutnya sebagaimana halnya pada jenis-jenis kumbang lain pada umumnya. Ukurannya bervariasi antara 1 hingga 35 mm, dengan kisaran ukuran rata-rata 2-8 mm. Antena kumbang rtomcat terdiri atas 11 ruas, ruas paling ujung berbentuk agak seperti gada. Karena sayapnya sangat pendek maka kumbang tomcat ini lebih suka merayap daripada terbang sehingga secara sekilas tampak seperti semut. Apabila merasa terganggu atau terancam, kumbang ini akan menaikkan bagian perutnya (abdomen) agar tampak seperti kalajengking untuk menakut-nakuti musuhnya.

Kumbang tomcat tidak mengigit ataupun menyengat, melainkan akan mengeluarkan cairan secara otomatis bila bersentuhan atau bersentuhan dengan kulit manusia secara langsung dan lebih-lebih apabila dia merasa terancam atau terganggu. Memang ada jenis tomcat yang mengeluarkan racun yang sangat berbahaya (12 kali lebih beracun dari racun ular kobra), tetapi jenis ini bukan merupakan zenis yang sekarang sedang menghebohkan. Cairan racun yang dihasilkan oleh kumbang tomcat ini disebut aederin (C24H43O9N). Racun ini dapat menyebabkan konjungtivitas dan penyakit kulit dikenal sebagai 'dermatitis linearis' atau 'dermatitis aederus'.

Untuk mencegah kumbang tomcat masuk ke dalam rumah, tutup pintu dan jendela serta matikan lampu yang tidak digunakan dan biarkan satu atau dua bola lampu di luar rumah tetap menyala. Bila memungkinkan, jendela dapat diberi kasa nyamuk. Jika kumbang tomcat terlanjur masuk ke dalam rumah, dapat dibunuh dengan menggunakan racun nyamuk semprot (dikenal secara salah kaprah sebagai obat nyamuk). Kalau melihat kumbang tomcat hinggap di tangan atau bagian-bagian tubuh lainnya, jangan dipencet atau dibunuh seperti mematikan nyamuk. Sebaiknya ditiup hingga kumbang tomcat pergi. Jika tetap tidak mau pergi, ambil dengan hati-hati menggunakan alat atau tangan yang ditutupi plastik dan kemudian buang ke tempat yang aman. Hindarkan anak-anak bermain di tempat-tempat yang banyak terdapat tumbuhan atau tanaman.

Bila telah terlanjur dihinggapi kumbang tomcat, segera cuci bagian badan yang dihinggapi dengan sabun atau lebih baik lagi segera mandi. Jangan memberi odol, minyak kayu putih, balsam, minyak tawon, maupun bedak tabur karena hanya akan memperparah keadaan. Pakain, seprei, dan handuk yang pernah dihinggapi kumbang tomcat juga sebaiknya segera dicuci. Dermatitid yang ditimbulkan oleh kumbang tomcat biasanya dapat diobati dengan menggunakan salep hydrocortisone 1% atau betametasone atau antibiotik neomycin. Peradangan juga dapat diredakan dengan mengkompres bagian kulit yang terkena racun dengan air dingin. Namun jika diperlukan pengobatan, sebaiknya lakukanlah setelah berkonsultasi dengan dokter atau segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.


1 komentar:

Untuk mengomentari tayangan ini, silahkan tulis dan poskan di bawah ini ...

Daftar Istilah

A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y,
Z, daftar istilah entomologi dari EartLife