Telusuri Blog

Selamat Datang

Terima kasih, Anda telah berkenan berkunjung. Blog ini dibuat terutama untuk membantu mahasiswa mempelajari Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Bila Anda adalah mahasiswa semester ganjil tahun 2017/2018, silahkan mendaftar sebagai peserta kuliah dan memeriksa hasil mendaftar dengan mengklik tautan yang tersedia. Baca dengan seksama isi menu Smt. Ganjil 2017/2018 untuk mempersiapkan diri mengikuti kuliah. Bila Anda belum terbiasa menggunakan Internet, blog ini dibuat bukan untuk mempersulit Anda, melainkan untuk membantu Anda menjadi melek teknologi informasi, silahkan klik halaman Dukungan TI. Blog ini juga terbuka bagi siapa saja untuk berkunjung dan mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan pelindungan tanaman. Selamat menjelajah dan bergabung, mohon meluangkan waktu untuk membagikan melalui Google+, Facebook, Twitter atau lainnya dan menyampaikan komentar.

Navigasi Blog

Untuk memeriksa seluruh tulisan yang menjadi isi blog Dasar-dasar Perlindungan Tanaman, silahkan klik menu Daftar Isi. Bila Anda adalah peserta kuliah Semester Ganjil Tahun 2017/2018, Anda wajib membaca tulisan yang pada awal judulnya disertai angkai, mulai dari angka 1.1. dan seterusnya. Mahasiswa peserta kuliah Semester Genap Tahun 2017/2018 wajib menyampaikan komentar pada kotak komentar di bagian bawah tulisan. Komentar berisi uraian singkat mengenai apa yang Anda pahami dan/atau pertanyaan singkat mengenai yang belum dipahami. Halaman blog menyajikan hanya 5 tulisan termutakhir. Silahkan klik navigasi Posting Lama di bagian bawah tulisan blog untuk melihat tulisan lainnya.

Mendaftar sebagai Peserta Kuliah

Setiap mahasiswa peserta kuliah diwajibkan untuk mendaftar secara daring dengan mengisi formulir pendaftaran (klik untuk memulai). Silahkan lakukan login dengan menggunakan akun email sendiri sebelum mengisi formulir. Sesudah mengirimkan formulir pendaftaran, silahkan periksa hasil pendaftaran (klik untuk memeriksa). Pendaftaran ditutup pada Senin, 15 Maret 2018.

Rabu, 09 Desember 2015

Perlindungan Tanaman dalam Genggaman: Aplikasi Ponsel Pintar Mengenai Perlindungan Tanaman

Mempelajari perlindungan tanaman pada era teknologi informasi dan komunikasi seharusnya tidak sama dengan mempelajari perlindungan masa lalu. Dosen dan mahasiswa seharusnya dapat memanfaatkan secara optimal teknologi informasi dan komunikasi yang dapat diakses bahkan tanpa biaya alias gratis. Yang diperlukan hanyalah akses Internet, komputer, dan ponsel pintar. Tapi seiring dengan maraknya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia, penggunaannya lebih banyak untuk tujuan silaturahmi. Katakan misalnya Facebook, penggunaan terbanyak adalah untuk ajang unjuk diri, belum banyak untuk ajang pembelajaran. Orang membuat akun Facebook untuk sekedar berbagi kabar berita, bahkan sering kabar berita yang tidak seharusnya diketahui oleh publik.


Pada era teknologi informasi dan komunikasi ini bukan hanya penggunaan media sosial yang marak. Penggunaan aplikasi (apps) ponsel pintar juga demikian. Namun sekali lagi, apps yang marak penggunaannya di Indonesia adalah apps permainan (games). Penggunaan apps untuk pembelajaran masih sangat terbatas. Padahal, terdapat banyak apps yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran, termasuk apps untuk mengajar dan belajar perlindungan tanaman. Cobalah bukka apps Google Play pada ponsel pintar berbasis Android dan kemudian ketik CABI maka akan ditampilkan sejumlah apps yang berkaitan dengan perlindungan tanaman. CABI adalah singkatan dari Centre for Agriculture and Biosciences International, sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memperbaiki penghidupan masyarakat dunia dengan menyediakan informasi dan menerapkan ilmu pengetahuan untuk mengatasi permasalahan dalam bidang pertanian dan lingkungan hidup.

Ambil sebagai contoh app yang diberi nama Plantwise Factsheet Library, yang merupakan bagian dari Plantwise Knowledge Bank, situs yang menyediakan informasi mengenai OPT di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dengan menggunakan app ini, informasi mengenai hama, penyakit, dan gulma yang terdapat di Indonesia dapat diakses dengan mudah cukup dengan menggunakan ponsel, tentu saja setelah memasang app Platwise Factsheet Library tersebut. Bahkan CABI menyediakan app untuk berlatih mendiagnosis permasalahan yang dihadapi oleh tanaman, termasuk tentu permasalahan yang ditimbulkan oleh OPT, yang dinamakan Plant Doctor Simulator. Supaya tidak membosankan, CABI juga menyediakan app mainan yang dapat digunakan sekaligus untuk belajar, namanya Plant Doctor Game. Untuk mengunduh dan memasang di ponsel, cukup mengklik app Google Play, ketik nama app, lalu klik tombol Install.

Untuk melakukan diagnosis permasalahan tanaman dan identifikasi OPT, tersedia banyak aplikasi ponsel pintar, terutama aplikasi yang diproduksi oleh LucidMobile dari Lucidcentral.org yang menyediakan kunci Lucid juga melalui Internet. Aplikasi LucidMobile ada yang ditujukan untuk melakukan diagnosis permasalahan pada jenis tanaman tertentu dan untuk melakukan identifikasi OPT golongan tertentu. Ke dalam kategori pertama termasuk aplikasi Rice Doctor, yang tentunya sangat bermanfaat untuk mendiagnosis permasalahan pada tanaman padi. Aplikasi sekategori lainnya adalah Palm Screening Aid Key dan Palm Symptom Key untuk permasalahan tanaman palma, Citrus Pest Key dan Citrus Disease Key berturut-turut untuk mendiagnosis hama dan penyakit tanaman jeruk, dan Sweetpotato DiagNotes untuk mendiagnosis permasalahan tanaman ubi jalar.

LucidMoble juga menyediakan aplikasi untuk melakukan identifikasi OPT golongan tertentu. Aplikasi yang pasti sangat bermanfaat bagi kalangan pemula tentu saja adalah Insect Orders untuk mengidentifikasi ordo-ordo serangga dan Terrestrial Mollusc Key untuk mengidentifikasi keong yang merupakan hama penting pada tanaman pertanian. Aplikasi yang juga tidak kalah penting adalah TortAI Key untuk mengidentifikasi serangga penggulung daun yang merupakan hama penting pertanian (AI berarti Agricultural Importance). Selain itu LucidMobile juga menyediakan aplikasi untuk mengidentifikasi OPT golongan tertentu di kawasan tertentu, misalnya Grasshoppers of the Western US untuk mengidentifikasi belalang yang terdapat di Amerika Serikat bagian Barat, Environmental Weeds Australia untuk mengidentifikasi gulma lingkungan di Australia, Pacific Pests and Patogens untuk mengidentifikasi hama dan patogen di kawasan Pasifik, dan Funkey: Key to Agarics untuk mengidentifikasi jamur-jamur ordo Agaricales di Australia.

Bagaimana dengan tindakan perlindungan tanaman, apakah juga ada apps untuk itu? Coba unduh dan pasang Modes of Action dari Ag PhD. App ini membantu Anda untuk mempelajari jenis pestisida, bahan aktif pestisida, cara kerja pestisida, dan hal-hal lain berkaitan dengan pestisida. Agrobio Side Effects dari Agrobio SL dan Biobest: Side-effect manual dari Intracto Group NV membantu Anda untuk mempelajari efek samping penggunaan pestisida terhadap musuh alami dan serangga penyerbuk. Spray Guide dari Precision Laboratories LLC membantu bagaimana menyiapkan, menentukan dosis aplikasi, dan menentukan waktu aplikasi pestisida.

Aplikasi-aplikasi di atas merupakan aplikasi untuk ponsel pintar dengan sistem operasi Android. Jenisnya memang belum terlalu banyak. Lebih-lebih lagi bagi sistem aplikasi lain, aplikasi yang tersedia pasti masih jauh lebih terbatas. Namun demikian, ke depan, aplikasi perlindungan tanaman akan semakin banyak. Karena itu, mulai belajar menggunakannya dari sekarang bila tidak ingin menjadi sarjana pertanian yang gagap teknologi. Jangan menunggu dosen yang mengikuti pendidikan di masa lalu ketika teknologi informasi dan komunikasi masih merupakan mimpi. Jangan mengikuti dosen yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi hanya untuk unjuk diri melalui Facebook, Twitter, Whatsapp, Line dan sejenisnya. Gunakan teknologi informasi dan komunikasi juga untuk belajar.

Versi awal tulisan ini ditayangkan pada 9 Desember 2015 pukul 9.20 WITA. Silahkan terus ikuti tayangan tulisan ini dan sampaikan komentar mengenai apa yang Anda pelajari dari tulisan ini, apps apa yang sudah Anda coba, bagaimana hasilnya, dan sampaikan pertanyaan bila ada hal-hal yang belum dimengerti. Tidak perlu memperkenalkan diri dan jangan berbasa-basi secara berlebihan.

10 komentar:

  1. Terima kasih untuk informasi yang Bapak sampaikan.
    Ternyata ada saja aplikasi untuk smartphone mengenai perlindungan tanaman yang tengah kita pelajari saat ini. Memang kebanyakan dari kita khususnya para muda mudi saat ini menggunakan smartphone untuk ajang unjuk diri atau personal branding dan juga mengunduh aplikasi untuk hiburan diri semata. Saya pribadi sendiri, aplikasi yang bersifat edukatif di ponsel saat ini mungkin hanya KBBI dan Kamus Bahasa Inggris. Namun, setelah saya membaca postingan Bapak kali ini, saya pun mencoba mengundung aplikasi yang bapak sarankan yakni Citrus Pests Key, sesuai dengan nama aplikasinya, isi app ini pun berbahasa inggris, tapi itu juga merupakan pembelajaran bagi kita untuk mengerti bahasa internasional. Setelah membuka dan melihat isi dari aplikasi tsb. saya memperoleh banyak informasi mengenai beberapa jenis hama pada tanaman jeruk, juga ditampilkan gambar serta penggolongan tiap-tiap hama.Contohnya hama pada ordo Coleoptera yakni Kumbang (Beetles), disana ditampilkan gambar hamanya seperti apa, kemudian ciri-cirinya seperti apa, contohnya kumbang ini dikenal dari sayapnya yang keras yang disebut elytra, juga para ordo coleoptera ini mempunyai bagian mulut utk mengunyah (chewing mouthparts).
    Aplikasi ini sangat bagus untuk dimiliki oleh kita utk mempermudah serta mempercepat perolehan informasi mengenai hama yang ingin kita ketahui.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya cukup banyak apps untuk bidang pertanian, saya hanya menyampaikan apps yang relevan dengan matakuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Seharusnya setiap dosen mengarahkan mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk belajar, bukan hanya untuk unjuk diri. Namun mahasiswa seharusnya proaktif sebab tidak semua dosen terbiasa menggunakan Internet. Internet bukan hanya Facebook dan media sosial sejenis lainnya. Internet menyediakan banyak sumberdaya untuk belajar, KBBI dan Kamus Bahasa Inggris hanya dua di antaranya. Terima kasih atas komentarnya.

      Hapus
  2. Masukkan komentar Anda...terimakasih pak, atas postingannya yang bermanfaat bagi kita, khususnya para mahasiswa.
    dengan postingan ini kami dapat mudah mempelajarinya.

    BalasHapus
  3. Terimakasih untuk informasi yang sangat bermanfaat ini pak. Ternyata hanya dengan barang kecil seperti smartphone ini istilahnya kita sudah bisa menguasasi dunia. Karena begitu banyak hal yg bisa kita dapat dari smartphone ini. Itupun kalau kita mampu menggunakannya secara tepat.krna saat ini smartphone hanya digunakan untuk berbagai mcm media sosial. Dari apps yg bapak perkenalkan tadi semuanya beroperasi dengan menggunakan bhsa inggris dan ini merupakan tantangan untuk kami,mau tidak mau kami harus bisa mengerti dan memahami bhsa inggris untuk dapat memperoleh informasi dri apps trsbt. Untuk hal penguasaan teknologi sya kira sebagian mahasiswa sudah bisa mengatasinya tetapi tantangan yang paling sulit adalah skill dalam berbahasa inggris.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah seharusnya mahasiswa bisa menjadi contoh bisa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara bermanfaat, khususnya untuk belajar, bukan hanya untuk pamer diri. Mengenai bahasa, mahasiswa memang harus belajar menggunakan bahasa Inggris, tentu saja tanpa melupakan Bahasa Indonesia. Suka atau tidak, bahasa Inggris adalah bahasa internasional.

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. terima kasih atas informasinya dimana sangat berguna untuk menambah wawasan kami dalam menggunakan teknologi pak.....semua apa yang bapak sampai sangatlah penting untuk bangkit dari keterbelakangan...tetapi bagaimana seorang mahasiswa memperoleh teknologi itu sendiri sperti henpond pintar berbasis android sedangkan untuk kebutuhannya masih di tanggung oleh orang tua,bagi mahasiswa yang orang tuanya PNS tidak jadi persoalan tetapi bagi mahasiswa yang ortunya petani dan ekonomi rendah maka akan menjadi persoalan...sedangkan bagi mahasiswa untuk memperoleh apa yang dia inginkan dia bisa saja memaksa atau menipu orang tuanya untuk mendapatkankan sesuatu pada akhirnya yang menderita adalah orang tuanya sedangkan si mahasiswa begitu senang karena sudah memperoleh apa yang dia inginkan bahkan menggunakanya untuk pamerkan pada temannya bahwa dia memiliki sesatu yang baru...saya minta teman-teman semua jangan paksakan diri untuk memiliki sesuatu yang baru kalo latar belakang ekonomi tidak mendukung bagi teman yang sudah memiliki teknologi pergunakan dengan sebaik-baiknya jangan gunakan untuk hal-hal yang tidak penting,Karena teknologi sangat bermanfaat jika kita meggukannya untuk hal-hal yang baik.

    BalasHapus
  6. Terimakasih Pak atas informasinya. Ternyata terdapat begitu banyak aplikasi smartphone mengenai pengendalian OPT, selama ini saya belum mengetahui tentang aplikasi – aplikasi edukatif ini, tentunya aplikasi ini sangat berguna dalam melakukan pengendalian OPT, pembelajaran berbahasa inggris dan mengikuti ‘trend’ zaman sekarang. Akan tetapi saya kurang dapat mengakses informasi ini karena saya tidak memiliki smartphone, jika ingin memperoleh informasinnya saya harus meminjam smartphone teman saya untuk mengaksesnya. Terpisah dari hal itu, melalui aplikasi – aplikasi ini, kita sebagai mahasiswa pertanian mendapat peran baru untuk memperkenalkan dan membagikannya kepada para petani yang tidak begitu mengenal smartphone guna mengembangkan kualitas pemahaman agar mereka mampu terus menghasilkan produksi komoditas dengan kualitas dan kuantitas yang baik dan tentunya terbebas dari hama dan penyakit.

    BalasHapus
  7. Trimakasih pak atas informasi yang sangat bermanfaat di atas, yang membuat kita sadar bahwa smartfon tidk hanya dapt di gunakan untuk unjuk diri melainkan dapat pula di gunakan dalam pendidikan krna trdapat aplikasi yg mendukung.

    BalasHapus
  8. Terima kasih bapak atas imfomasi yang telah bapak sampaikan. selama ini saya tidak mengetahui kalau terdapat smartphone serta aplikasi- aplikasi mengenai pengendalian OPT. Namun tingkat perekonomian orang tua saya sangat rendah jadi saya tidak dapat memiliki smartphone ini.

    BalasHapus

Untuk mengomentari tayangan ini, silahkan tulis dan poskan di bawah ini ...

Daftar Istilah

A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y,
Z, daftar istilah entomologi dari EartLife