Halaman Aktif

Selamat Datang

Belajar Perlindungan Tanaman adalah blog baru yang sedang dibuat untuk mendukung mahasiswa Faperta Undana mempelajari mata kuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Pada saat ini blog belum selesai dikerjakan sehingga hanya menyedaiakan fitur layanan secara terbatas. Silahkan kunjungi blog lama untuk memperoleh informasi mengenai fitur layanan yang akan diberikan melalui blog baru ini. Bila Anda adalah mahasiswa peserta mata kuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman semester genap Tahun Ajaran 2018/2019, Anda wajib membaca materi sebelum mengikuti kuliah dan menyampaikan komentar dan/atau pertanyaan singkat di dalam kotak komentar di bawah setiap tulisan. Baca tanggal tenggat penyampaian komentar di bagian bawah setiap materi kuliah.

Pemberitahuan

Diberitahukan bahwa pada Jumat, 8 Maret 2019, dosen Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D. tidak dapat hadir memberikan kuliah tatap muka karena bertugas ke luar kota. Kuliah dengan materi 2.3. Berbagai Jenis OPT Golongan Gulma, Tumbuhan Parasitik, dan Tumbuhan Invasif akan diberikan oleh dosen Ibu Ethin Namas, SP, MSi. Mahasiswa diminta mengikuti perkuliahan dan menyampaikan komentar dan/atau pertanyaan mengenai materi kuliah selambat-lambatnya pada Jumat, 15 Maret 2019. Mahasiswa yang tidak menyampaikan komentar dan/atau pertanyaan melewakti batas waktu tersebut tidak akan memperoleh nilai softskill.

Selasa, 26 Maret 2013

Nama Ilmiah OPT: Jangan Pernah Mempercayai Begitu Saja Nama Ilmiah yang Pernah Anda Baca!

Print Friendly and PDF Simple, Free Image and File Hosting at MediaFire OPT merupakan mahluk hidup. Oleh karena itu, mempunyai nama ilmiah dalam bahasa Latin atau bahasa lain yang dilatinkan. Saya yakin Anda sudah pernah mempelajari nama ilmiah ini, yang biasa juga dikenal dengan nama latin. Hanya saja, mungkin cara Anda mempelajarinya, atau lebih tepatnya, cara Anda diajar mengenai nama ilmiah ini kurang tepat, Anda disuruh menghapal begitu saja tanpa diberikan pemahaman dasar yang memadai. Anda menghapal mati-matian semalam menjelang ujian, memang hapal, tetapi setelah ujian selesai dan Anda dinyatakan lulus, secara perlahan sebenarnya Anda kembali ke keadaan tidak lulus, alias semakin lama semakin lupa sampai akhirnya tidak tahu apa-apa lagi. Nama ilmiah tidak boleh dihapal sebelum Anda memahami prinsip-prinsip dasar aturannya. Kalau tidak, Anda akan mempelajari nama ilmiah sebagaimana menghapal nama-nama gubernur seluruh provinsi di Indonesia, padahal sebenarnya apa gunanya menghapal nama yang hanya menjabat paling lama 10 tahun (kalau terpilih kembali untuk periode kedua)? Menghapal nama gubernur (yang sekarang berjumlah 34) saja tidak mudah, apalagi menghapal nama ilmiah OPT yang jumlahnya sangat banyak.


Ada berapa banyak memang jumlah OPT? Jawaban atas pertanyaan ini tentu saja bersifat sangat relatif sebab status suatu organisme sebagai OPT ditentukan oleh berbagai faktor. Pertanyaan yang lebih memungkinkan untuk dijawab barangkali adalah ada berapa banyak jenis mahluk hidup di muka bumi ini. Adakah di antara Anda yang pernah bertanya-tanya mengenai hal ini? Atau, meskipun Anda kuliah sebagai mahasiswa fakultas pertanian (apalagi di universitas berwawasan global), Anda memilih untuk tidak ambil pusing sebab yang lebih penting bagi Anda adalah mendapat gelar sarjana, bukan untuk menuntut ilmu. Bukankah gelar sarjana menunjukkan kompetensi Anda, mengangkat status sosial Anda? Tapi bila Anda penasaran ingin tahu, silahkan kunjungi Catalogue of Life. Situs ini merupakan situs yang sengaja dibuat, sebagaimana tertulis pada halaman berandanya, sebagai "gateway to our database of the world's known species of animals, plants, fungi and micro-organisms". Situs ini mendaftar seluruh mahluk yang ada di muka bumi ini dengan menggunakan basis data global mahluk hidup. Basis data global mahluk hidup, apa pula itu?

Ketika Anda mulai belajar IPA di SD dahulu, dan kemudian melanjutkan dengan belajar biologi di SMP dan SMA, Anda belajar sel, anatomi, fisiologi, dan berbagai cabang lain dari biologi. Anda mungkin membayangkan, kalau begitu, ilmu itu ibarat sebatang pohon yang mempunyai banyak cabang (dan itu sesuai dengan konsep pohon ilmu yang dianut Kemendikbud sekarang ini). Dahulu, ketika saya kuliah di fakultas pertanian, masih ada matakuliah Ekologi Umum. Menurut ekologi, ilmu tidak bisa dipandang sebagai sebatang pohon, melainkan sebagai kue lapis yang diiris tegak dan setiap irisannya terdiri atas lapisan mendatar. Irisan tegak dapat diibaratkan sebagai bisang ilmu, lapisan mendatar sebagai tingkat kajian mulai dari gen sampai dengan komunitas mahluk hidup. Maka biologi bercabang misalnya menjadi biologi molekuler (gen dan sel) sampai ekologi tumbuhan (komunitas mahluk hidup). Semakin tinggi lapisan kue ilmu, maka ilmu semakin menjadi tidak lagi sebagai sebatang pohon karena berkaitan dengan cabang ilmu lain. Anda mungkin pernah belajar biokimia yang merupakan perpaduan antara biologi dan ilmu kimia. Hal ini perlu saya sampaikan sebagai pengantar bahwa kini biologi bersentuhan dengan ilmu komputer menghasilkan cabang ilmu baru yang dikenal dengan nama bioinformatika. Cabang ilmu ini mempelajari pemaduan teknologi informasi berbasis komputer dengan biologi sehingga, misalnya, dimungkinkan adanya basis data global mahluk hidup (basis data nasional tidak mungkin ada seoanjang Kemendikbud masih menganut paham pohon ilmu).

Simple, Free Image and File Hosting at MediaFire Basis data global mahluk hidup pada dasarnya merupakan jaringan komputer berisi basis data mahluk hidup golongan ertentu yang satu sama lain terhubung dengan Internet. Basis data global untuk pemeriksaan nama ilmiah mahluk hidup dapat berupa basis data untuk berbagai golongan organisme atau basis data untuk golongan organisme tertentu. Basis data untuk berbagai golongan mahluk hidup adalah:
Simple, Free Image and File Hosting at MediaFire




  • Global Biodiversity Information Ffacilities (GBIF) Data Portal
  • Integrated Taxonomic Information System (ITIS), terutama berisi mahluk hidup di kawasan Amerika
  • Index of Organism Names (ION)



  • Basis data global untuk golongan mahluk hidup tertentu adalah sebagai berikut:
    Dengan adanya basis data global seperti ini maka siapa saja dapat memperoleh informasi mengenai mahluk hidup yang ada di muka bumi ini dengan mudah. Bayangkan, tanpa adanya basis data global seperti ini, bagaimana misalnya Anda bisa mengenahui nama ilmiah lontar? Mungkin Anda sudah tahu nama ilmiah lontar, tapi bagaimana Anda bisa memastikan kalau nama ilmiah itu adalah nama ilmiah yang berlaku? Sebelum terlanjur menjadi sarjana dan tidak tahu bagaimana memastikan suatu nama ilmiah adalah berlaku atau tidak, sebaiknya mulai dari sekarang belajar menggunakan basis data untuk melakukan pemeriksaan nama ilmiah.

    Karena merupakan basis data mahluk hidup maka situs tersebut di atas dapat digunakan untuk memeriksa nama ilmiah dan klasifikasi mahluk hidup. Selain berguna dalam mempelajari matakuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman, mengetahui cara memeriksa nama ilmiah mahluk hidup akan sangat berguna bagi Anda nanti, ketika pada saat menyusun proposal penelitian dan menyusun skripsi, Anda harus menulis nama ilmiah dan klasifikasi mahluk hidup. Jangan sampai Anda menggunakan nama ilmiah dan klasifikasi mahluk hidup yang tidak diterima (not accepted) karena Anda mengutip dari buku teks bahasa Indonesia yang diterbitkan untuk kalangan petani/khalayak umum lebih dari lima tahun yang lalu. Kalau itu sampai terjadi pada Anda (dan memang benar-benar masih terjadi pada banyak mahasiswa saat ini), ini berarti Anda ke kampus membawa laptop, tetapi mengikuti kuliah dengan cara the Flinstones alias Jaman Batu. Hal ini tentu mengecewakan pimpinan universitas, yang sudah begitu jumawa menuliskan tagline 'Global Oriented University' di pintu gerbang universitas yang mengusung bola dunia aneh, bukannya miring sebagaimana yang tampak pada alat peraga globe yang kita kenal sejak SD, melainkan tegak lurus (Dugaan saya rupanya benar, semakin banyak gelar seseorang maka makin mudah melupakan hal-hal kecil. Atau itukah yang disebut global oriented alias secara global saja atau sekedar tahu saja? Mudah-mudahan bukan).

    3 komentar:

    1. suryanti letfra16 Oktober 2013 15.50

      Menurut saya, sekarang sudah begitu banyak nama ilmiah dari OPT.
      Misalnya saja satu jenis OPT belalang yang mempunyai nama ilmiah dari
      masing-masing sumber yang berbeda. Tentu membuat kita semakin sulit dalam
      menentukan nama ilmiah yang pasti dari belalang tersebut, karena kita tahu
      kalau ilmu semakin hari semakin berkembang, maka tentu nama ilmiah akan
      berubah-ubah terus. Maka dengan adanya basis data global seperti ini maka siapa saja
      dapat memperoleh informasi mengenai mahluk hidup yang ada di muka bumi ini
      dengan mudah. Kalau tidak ada basis global maka kita akan menjadi orang bodoh
      terus yang tidak mengetahui nama ilmiah yang berubah-ubah terus-menerus

      BalasHapus
    2. Mantaps Broo Info nya.
      Gue demen bgt. Sukses ya Broo . . .

      BalasHapus

    Untuk mengomentari tayangan ini, silahkan tulis dan poskan di bawah ini ...

    Daftar Istilah

    A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y,
    Z, daftar istilah entomologi dari EartLife