Halaman Aktif

Selamat Datang

Belajar Perlindungan Tanaman adalah blog baru yang sedang dibuat untuk mendukung mahasiswa Faperta Undana mempelajari mata kuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Pada saat ini blog belum selesai dikerjakan sehingga hanya menyedaiakan fitur layanan secara terbatas. Silahkan kunjungi blog lama untuk memperoleh informasi mengenai fitur layanan yang akan diberikan melalui blog baru ini. Bila Anda adalah mahasiswa peserta mata kuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman semester genap Tahun Ajaran 2018/2019, Anda wajib membaca materi sebelum mengikuti kuliah dan menyampaikan komentar dan/atau pertanyaan singkat di dalam kotak komentar di bawah setiap tulisan. Baca tanggal tenggat penyampaian komentar di bagian bawah setiap materi kuliah.

Pemberitahuan

Diberitahukan bahwa pada Jumat, 8 Maret 2019, dosen Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D. tidak dapat hadir memberikan kuliah tatap muka karena bertugas ke luar kota. Kuliah dengan materi 2.3. Berbagai Jenis OPT Golongan Gulma, Tumbuhan Parasitik, dan Tumbuhan Invasif akan diberikan oleh dosen Ibu Ethin Namas, SP, MSi. Mahasiswa diminta mengikuti perkuliahan dan menyampaikan komentar dan/atau pertanyaan mengenai materi kuliah selambat-lambatnya pada Jumat, 15 Maret 2019. Mahasiswa yang tidak menyampaikan komentar dan/atau pertanyaan melewakti batas waktu tersebut tidak akan memperoleh nilai softskill.
Tampilkan postingan dengan label Permasalahan dan Wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Permasalahan dan Wawasan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2017

1.5. Bagaimana Menyiapkan Diri Mempelajari Dasar-dasar Perlindungan Tanaman?

Print Friendly and PDF
Pada tulisan sebelumnya telah saya jelaskan permasalahan perlintan dan mengapa penting memahami permasalahan tersebut sebelum melanjutkan perlindungan tanaman. Permasalahan perlindungan tanaman penting karena tanaman menghadapi berbagai jenis organisme yang dapat merusak, mengganggu, dan mematikan tanaman, masing-masing dengan kemampuan merusak dan kemampuan berkembang yang berbeda-beda pada tanaman dengan nilai ekonomis yang berbeda. Organisme tersebut secara keseluruhan disebut hama dalam arti luas atau organisme pengganggu tumbuhan (OPT), sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk menghindarkan tanaman dari gangguan, kerusakan, dan kematian yang disebabkan oleh OPT perlu dilakukan perlindungan tanaman. Sesungguhnya, apakah yang dimaksud dengan melakukan perlindungan tanaman?

Kamis, 23 Februari 2017

1.4. Ruang Lingkup, Arti Penting, dan Perkembangan Perlindungan Tanaman

Print Friendly and PDF
Simple, Free Image and File Hosting at MediaFire Pada tulisan sebelumnya, telah disebutkan bahwa perlindungan tanaman (crop protection) didefinisikan sebagai "segala upaya untuk mencegah kerugian pada budidaya tanaman yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tumbuhan", sedangkan organisme pengganggu tumbuhan didefinsikan sebagai "semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan". Dari kedua definisi ini, dapat diapahami bahwa perlindungan tanaman tidak mencakup gangguan yang bukan disebabkan oleh organisme. Dengan demikian, perlindungan tanaman tidak mencakup gangguan yang disebabkan oleh kekurangan atau kelebihan unsur hara (nutrients) maupun gangguan karena faktor linkungan yang kurang mendukung (unfavourable environment) sebagaimana yang dimaksud dalam buku-buku teks mengenai perlindungan tanaman. Gangguan di luar yang disebabkan oleh OPT, atau gangguan ‘non-pathogenic or abiotic agent’, tidak menjadi bagian dari perlindungan tanaman.

Rabu, 22 Februari 2017

1.3. Faktor yang Menentukan Status Organisme sebagai Organisme Pengganggu Tumbuhan dan Keputusan Melakukan Pengendalian

Print Friendly and PDF
Seekor sapi lepas yang masuk ke ladang jagung dengan cepat akan menghancurkan tanaman jagung pada ladang tersebut. Bandingkan bila yang masuk hanya seekor tikus, pasti kerusakan tanaman jagung tidak akan terlalu parah. Tetapi bagaimana dengan wereng coklat atau wereng hijau yang ukurannya begitu kecil, mengapa bisa merusakkan tanaman padi? Berbeda dengan sapi, jumlah wereng coklat dan wereng hijau sangat banyak karena berkembang dengan cepat. Tikus juga demikian, berbeda dengan sapi karena bisa berkembang dengan sangat cepat sehingga jumlahnya sangat banyak. Bagaimana bila yang dirusak oleh sapi adalah padi dan jagung, pada tanaman mana akan lebih merugikan? Kerugian yang akan terjadi bergantung pada nilai tanaman yang dirusak. Semakin tinggi nilai tanaman maka semakin merugikan organisme yang merusak tanaman. Kalau begitu, faktor apa yang menentukan status suatu organisme supaya berstatus sebagai organisme pengganggu tanaman?

1.2. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Organisme Pengganggu Tumbuhan?

Print Friendly and PDF
Mahluk seperti apa sebenarnya organisme pengganggu tumbuhan itu? Istilah organisme pengganggu tumbuhan, yang sekarang lazim disingkat OPT, mulai diperkenalkan sejak ditetapkannya UU No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Pada Pasal 1 UU tersebut, organisme pengganggu tumbuhan didefinisikan sebagai semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan". Definisi ini, sekali lagi, sebagaimana telah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya, perlu dipahami secara sangat hati hati karena secara botanis, tumbuhan mencakup berbagai jenis organisme, mulai dari tumbuhan berbunga, algae, bahkan sampai pada jamur. Tumbuhan (plant) berbeda dengan tanaman (crop) hanya dalam keterlibatan manusia dalam membudidayakan, dalam hal ini tumbuhan mencakup yang tumbuh liar maupun yang dibudidayakan, sedangkan tanaman mencakup hanya yang dibudidayakan.

Senin, 20 Februari 2017

1.1. Permasalahan dan Pengertian Perlindungan Tanaman

Print Friendly and PDF
Simple, Free Image and File Hosting at MediaFire Manusia memerlukan tanaman untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, tetapi pada tempat dan waktu yang bersamaan berbagai jenis organisme lain juga memerlukan tanaman untuk tujuan yang sama. Hal ini menyebabkan manusia menjadi merasa dirugikan dan oleh karena itu perlu melakukan berbagai upaya agar tanamannya tidak diganggu, dirusak, atau bahkan dimatikan oleh organisme lain. Tanaman, sebagaimana juga organisme lain yang mengganggu kehidupan, merusak, dan/atau menyebabkan kematiannya, dan juga manusia sendiri, merupakan bagian dari ekosistem (ecosystem) yang saling berkaitan dengan berbagai jenis organisme lain melalui jejaring makanan (food web). Upaya perlindungan tanaman yang ditujukan terhadap jenis-jenis organisme yang merusak, mengganggu kehidupan, dan/atau mematikan tanaman pada akhirnya bukan hanya berdampak pada organisme tersebut, tetapi juga organisme lain yang justeru bermanfaat, dan bahkan juga terhadap manusia sendiri.

Kamis, 27 Februari 2014

Permasalahan Perlindungan Tanaman: Apakah Memang Begitu Penting untuk Dipelajari?

Print Friendly and PDF
Simple, Free Image and File Hosting at MediaFire Di berbagai media massa, baik media massa tercetak, televisi, maupun dalam jaringan (online), sering diberitakan tanaman mengalami kerusakan karena hama. Bagi kalangan media massa, segala organisme yang merusak tanaman disebut hama. Belalang kembara misalnya, biasa disebut hama belalang. Penyakit tanaman dan gulma juga sering disebut hama. Dibandingkan dengan aspek pertanian lainnya, katakan misalnya tanah, agronomi, atau agribisnis, permasalahan yang berkaitan dengan hama jauh lebih sering menjadi berita. Mengapa permasalahan hama begitu penting bagi kalangan media massa? Lagipula, bagaimana sebenarnya kaitan permasalahan hama dengan perlindungan tanaman?

Jumat, 20 September 2013

Serangan OPT Menyebabkan Hasil Berkurang, tetapi Hasil Rendah Terjadi Bukan Hanya Karena Serangan OPT

Print Friendly and PDF Simple, Free Image and File Hosting at MediaFire Organisme pengganggu tumbuhan, yang lazim disingkat menjadi OPT, terdiri atas binatang hama, penyebab penyakit, dan gulma. Dahulu, OPT biasa disebut hama dalam arti luas (sensu lato). Istilah hama dalam arti sempit (sensu stricto) digunakan terhadap hama golongan binatang. Dahulu juga dikenal istilah hama dan penyakit, tetapi penyakit bukan organisme sehingga sebenarnya tidak bisa disejajarkan dengan hama. Yang seharusnya disejajarkan dengan hama adalah penyebabnya, yang disebut patogen. Dengan demikian, OPT terdiri atasbinatang hama, patogen, dan gulma, bukan terdiri atas hama, penyakit, dan gulma. Ketiga golongan OPT ini merupakan organisme yang merusak, mengganggu kehidupan, dan bahkan mematikan tanaman sehingga menyebabkan produksi tanaman menjadi rendah.

Jumat, 07 September 2012

Mengapa istilah 'menyerang' begitu disukai, bahkan penyakit pun dikatakan menyerang, padahal bukan mahluk hidup?

Print Friendly and PDF
Sumber: USA Today
Setiap kali memberikan kuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman, saya selalu menggarisbawahi agar mahasiswa hati-hati menggunakan kata 'menyerang' dalam konteks organsime pengganggu tumbuhan. Bukan hanya melalui kuliah Dasar-dasar Perlindungan Tanaman saya menyampaikan hal ini, tetapi juga melalui kuliah Ilmu Gulma, Kebijakan Perlindungan Tanaman, Epidemiologi Penyakit Tumbuhan, dan Pengendalian Hayati. Namun hasilnya, kata 'menyerang' tetap saja digunakan secara sembarangan. Bahkan penyakit, yang notabene bukan organisme, juga dikatakan menyerang, persis sebagaimana masyarakat awam menggunakan istilah 'diserang penyakit' manakala dirinya atau keluarganya menderita suatu penyakit. Saya kurang tahu apakah di bidang kedokteran memang digunakan istilah 'penyakit menyerang', 'diserang penyakit', atau 'serangan' sehingga penggunaan istilah ini menjadi sedemikian populer, sepopuler cita-cita menjadi dokter di kalangan anak-anak karena dokter dipandang sebagai pekerjaan paling mulia (meskipun orang sakit harus membayar mahal, tidak pandang bulu miskin atau kaya).

Selasa, 04 September 2012

Kapan suatu organisme dapat dikatakan sebagai merusak, mengganggu kehidupan, atau menimbulkan kematian tumbuhan?

Print Friendly and PDF
Pertanyaan yang masih berkaitan dengan pertanyaan apa itu sebenarnya organisme pengganggu tumbuhan adalah pertanyaan kapan suatu organisme dapat dikatakan sebagai dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau dapat menyebabkan kematian tumbuhan? Apakah seekor kutu loncat yang menghisap pucuk tanaman dapat disamakan dengan seekor sapi yang memakan tumbuhan dalam jumlah banyak? Lalu bagaimana dengan tumbuhan yang dirusak, diganggu kehidupannya, atau dimatikan, apakah misalnya sebatang kangkung dapat disamakan dengan sebatang pohon kakao? Atau, apakah satu hektar jagung dalam perladangan tebas bakar dapat disamakan dengan satu hektar jagung yang dibudidayakan secara komersial?

Senin, 03 September 2012

Apakah mempelajari Perlindungan Tanaman cukup hanya dengan mempelajari Organisme Pengganggu Tumbuhan?

Print Friendly and PDF Bahan ajar dan buku teks mengenai dasar-dasar perlindungan tanaman biasanya hanya membahas mengenai biologi berbagai jenis organisme pengganggu tumbuhan dan tindakan perlindungan tanaman yang diperlukan. Dengan demikian, perlindungan tanaman diperlakukan seakan-akan sekedar sebagai pengantar untuk mempelajari ilmu hama, ilmu penyakit tumbuhan, dan ilmu gulma. Dalam konteks sebagai pengantar, mempelajari dasar-dasar perlindungan tanaman sekedar sebagai persiapan untuk mempelajari ilmu hama, ilmu penyakit tumbuhan, dan ilmu gulma memang tidak salah. Namun sebagai matakuliah, mahasiswa yang mengambil matakuliah dasar-dasar perlindungan tanaman tidak selalu melanjutkan dengan mengambil matakuliah lanjutan tersebut di atas. Karena itu, matakuliah dasar-dasar perlindungan tanaman tidak dapat dipandang sebagai sekedar matakuliah pengantar. Dan karena itu pula, tidak cukup hanya dengan mempelajari biologi organisme pengganggu tumbuhan dan tindakan yang diperlukan untuk melindungi tanaman.

Apa yang sebenarnya dimaksud dengan Perlindungan Tanaman?

Print Friendly and PDF Untuk menjawab pertanyaan apa sebenarnya yang dimaksud dengan perlindungan tanaman, kita dapat menyimak  definisi yang diberikan dalam Undang-undang (UU) No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 6 Tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman. Di dalam Pasal 1 kedua peraturan perundang-undangan tersebut dimuat definisi perlindungan tanaman dan organisme pengganggu tumbuhan sebagai berikut:
Perlindungan tanaman adalah segala upaya untuk mencegah kerugian pada budidaya tanaman yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tumbuhan;
Organisme pengganggu tumbuhan adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan.

Mengapa perlu mempelajari Perlindungan Tanaman?

Print Friendly and PDF Buku teks dan bahan ajar  mengenai perlindungan tanaman pada umumnya akan dimulai dengan uraian mengenai kerusakan tanaman dan kehilangan hasil yang disebabkan oleh berbagai jenis organisme yang menggunakan tanaman sebagai sumber makanannya. Berbagai jenis organisme perusak ini tidak perlu bersusah payah menanam tanaman sumber makanannya, cukup dengan mencari di mana kita membudidayakan tanaman untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Karena mereka memakan tanaman pada berbagai fase pertumbuhan, seringkali tanaman mengalami kerusakan sebelum sempat berproduksi sehingga panen kita menjadi berkurang daripada seharusnya. Bila tanpa ada kerusakan oleh organisme kita mampu memperoleh panen padi 6 ton/ha, dengan adanya kerusakan panen menjadi menurun menjadi, misalkan saja, 5 ton/ha. Perbedaan hasil panen antara tanpa dan dengan kerusakan oleh organisme penyebabkerusakan tanaman ini disebut kehilangan hasil dan berbagai organisme perusak tanaman yang menyebabkan terjadinya kehilangan hasil ini disebut organisme pengganggu tumbuhan.

Kamis, 02 Februari 2012

Katanya PIP Lahan Kering, Tapi Apakah Ada Hasil Penelitian Perlindungan Tanaman Mengenai Perladangan?

Print Friendly and PDF
Suatu ketika, seorang pakar ekologi lahan kering bertamu ke fakultas tempat saya bekerja untuk memperoleh hasil penelitian terbaru mengenai perladangan (tebas bakar). Menurut pakar ini, karena universitas tempat saya bekerja mempunyai pola ilmiah pokok (PIP) lahan kering, seharusnya sudah banyak dilakukan penelitian mengenai perladangan. Sebelum menemani dia untuk bertamu ke fakultas, saya sebenarnya sudah mewanti-wanti dia bahwa belum banyak dilakukan penelitian mengenai tebas bakar. Saya sudah katakan bahwa PIP itu hanya indah di kata-kata, tetapi tidak berwujud dalam realitas. Tapi dia tidak percaya dan mendesak saya terus untuk mengantarkan dia bertamu ke fakultas. Maka, bertemulah dia dengan para pimpinan dan saya merasa lebih baik menunggu saja di luar. Cukup lama juga saya menunggu. Mungkin dia harus membolak-balik timbunan skripsi dan laporan penelitian dosen untuk mencari hasil penelitian mengenai perladangan. Dari roman mukanya, dari jauh saya sudah dapat menebak bahwa dia tidak menemukan apa yang dia cari. Ketika sudah di dalam mobil dia hanya berkata, "Saya heran!". Saya pun tidak mengomentari apa-apa lagi, sebab saya sendiri juga heran.

Minggu, 09 Oktober 2011

Bagaimana Belalang Kembara Bisa Menjadi Begitu Banyak?

Print Friendly and PDF
Belalang kembara terdiri atas berbagai jenis, yang ada di NTT adalah Locusta migratoria manilensis. Belalang kembara diberi nama demikian karena kemampuannya mengembara dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Bagaimana belalang kembara bisa menjadi begitu banyak? Video Youtube berikut ini memberikan jawabannya. Silahkan simak baik-baik, sekalian mempraktikkan menjadi mahasiswa globally oriented university.

Jumat, 23 September 2011

Ulat Bulu yang Menghebohkan

Print Friendly and PDF Selama beberapa tahun terakhir ini ulat bulu telah menjadi OPT selebritas. Semua koran dan TV memberitakannya. Komentar mengenai ulat bulu dapat diperoleh dari banyak sumber, di antaranya dari blog Fenomane Alam Semesta. Berikut adalah tampang OPT selebritas tersebut.

Kamis, 03 Februari 2011

Kerusakan Tanaman Bukan Hanya karena OPT

Print Friendly and PDF Selama ini, setiap terjadi kerusakan tanaman maka yang dituding sebagai penyebabnya selalu OPT, entah itu binatang hama, patogen, atau gulma. Oleh karena itu, mempelajari perlindungan tanaman selalu dilakukan dengan mempelajari biologi OPT. Kurikulum PS/Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan atau Perlindungan Tanaman biasanya dijejali dengan matakuliah-matakuliah berdimensi biologi, katakanlah misalnya entomologi, mikologi, bakteriologi, dan seterusnya. Kemudian, mengatasi permasalahan perlindungan tanaman dipandang dapat dilakukan dengan hanya menggunakan teknologi. Karena itu pula, kurikulum PS/Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan atau Perlindungan Tanaman juga memuat anyak matakuliah berdimensi teknologi.
Berbagai hasil penelitian mutakhir menunjukkan, permasalahan perlindungan tanaman sebenarnya bukan sekedar permasalahan biologi dan teknologi. Upaya untuk mengatasi permasalahan perlindungan tanaman juga tidak cukup dilakukan hanya dengan menggunakan pendekatan biologi dan teknologi. Sebagai contoh adalah permasalahan kemunduran jeruk keprok soe (JKS). Banyak penelitian menunjukkan kemunduran JKS tersebut disebabkan oleh penyakit CVPD yang di dunia internasional sekarang dikenal dengan nama huanglongbing (HLB). Akan tetapi, pemerintah bersikukuh bahwa CVPD bukan penyebab kemunduran tersebut, melainkan penyakit diplodia. Penyakit diplodia memang ada, tetapi dengan begitu bukan berarti penyakit CVPD tidak ada.

Daftar Istilah

A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y,
Z, daftar istilah entomologi dari EartLife